Jokowi-Prabowo Diusung Pilpres 2024, RG: Konyol, Dua Orang Tak Paham Demokrasi Disatukan Orang yang Hanya Paham Amplop!

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, RG alias Rocky Gerung, turut buka suara terkait diusungnya Jokowi dan Prabowo untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, hal itu merupakan ide konyol lantaran menilai bahwa dua orang tak paham demokrasi justru ingin disatukan oleh orang yang hanya paham amplop.

Seperti diketahui, relawan Jokowi Prabowo (JokPro) DKI Jakarta baru-baru ini mendeklarasikan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk maju di ajang Pilpres 2024.

Baca Juga: Hah? Istana Panik? Negara Diduga Tak Punya Uang untuk IKN...

Diusungnya kembali Presiden Jokowi di Pilpres 2024 ini bertujuan untuk meneruskan program kerja yang belum terealisasikan, seperti halnya pemindahan ibu kota baru.

Selain itu, relawan JokPro juga mengatakan bahwa duet antara Jokowi-Prabowo ini bertujuan untuk menghindari adanya ekstrim politik di masing-masing pendukung.

Baca Juga: Timnas Kalah, RG Sindir Jokowi: Begini Akibatnya Presiden Hanya Ingin...

Majunya Jokowi-Prabowo di ajang Pipres 2024 mendatang diharapkan bisa meningkatkan persatuan masyarakat Indonesia.

Namun, sayangnya, deklarasi dari relawan JokPro itu justru menuai kritikan dari berbagai pihak, termasuk Rocky Gerung.

Pasalnya, deklarasi tersebut katanya sama saja mendukung Presiden Jokowi untuk menjabat tiga periode.

Baca Juga: Timnas Kalah, RG Sindir Jokowi: Begini Akibatnya Presiden Hanya Ingin...

“Ini juga ide konyol sebetulnya. Itu karena seolah-olah Jokowi dan Prabowo memecah belah bangsa makanya perlu disatukan,” tutur Rocky Gerung, seperti dikutip terkini.id dari kanal YouTube Refly Harun via Kabarbesuki pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Rocky Gerung mengatakan bahwa seharusnya jika Jokowi-Prabowo dianggap memecah belah bangsa, maka seharusnya dua orang tersebht tidak dipilih untuk jadi Presiden ataupun Wakil Presiden.

“Seharunya kalau dua-duanya ini memecah belah bangsa, dua-duanya jangan dipilih, bukan malah disatukan. Kan makin berantakan, jadi logika dari si pengusung ini betul-betul dungu itu.”

Lebih lanjut, Rocky Gerung menilai bahwa selama periode kepemimpinan Presiden Jokowi justru semakin memerosotkan demokrasi.

Ia bahkan menyebut bahwa Presiden Jokowi adalah pemimpin yang tidak paham demokrasi karena menolak adanya oposisi.

“Jokowi tidak paham demokrasi karena beliau juga menolak oposisi.”

Tak hanya Jokowi yang jadi sasaran, Rocky Gerung juga menyebut bahwa Prabowo pun termasuk orang yang tak paham demokrasi lantaran bergabung dengan pihak koalisi.

Alih-alih berniat membantu Presiden Jokowi memperbaiki bangsa, niat Prabowo gabung dalam koalisi justru dinilai sebagai sikap yang tak paham demokrasi.

“Prabowo akhirnya juga tidak paham demokrasi karena menganggap oposisi tidak diperlukan,” sambung Rocky Gerung.

“Jadi, dua orang yang tidak paham demokrasi disatukan oleh orang yang hanya paham amplop. Jadi ini gilanya negeri,” pungkasnya.

Bagikan