Terkini.id, Jakarta – Seperti diketahui, Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu.
Ia mengalami kecelakaan bersama pembalap Sean Gelael saat mengikuti reli di Meikarta, Bekasi pada Sabtu lalu, 27 November 2021.
Mobil yang ditumpangi oleh Bamsoet dan Sean Gelael terlihat beberapa kali terbalik usai melewati gundukan hingga pada akhirnya terhenti di tepi jalur reli.
Beruntung, baik Bamsoet maupun Sean selamat pada kecelakaan yang diduga terjadi akibat teknis kendaraan tersebut dan tak mengalami luka-luka.
Nah, menanggapi hal tersebut, tiba-tiba saja pengamat politik RG alias Rocky Gerung membandingkannya dengan Fadli Zon.
- Hah? Istana Panik? Negara Diduga Tak Punya Uang untuk IKN Baru, RG: Apalagi Habis Ditegur IMF
- Timnas Kalah, RG Sindir Jokowi: Begini Akibatnya Presiden Hanya Ingin Bangun Infrastruktur, Tak Bangun Nutrisi!
- Bicara Soal Cara PSI Habisi Anies yang Diibaratkan Naik Kuda, RG: Ya Jangan Nunggangi Cebong
- Sumur Resapan Anies Makan 'Korban', RG Sindir Mobil Esemka: Mestinya Pake Itu, Dia kan Ngambang, Gak Bakal Kejeblos
- Sebut Jurnalis India Lebih Paham Masalah Utang Indonesia ke China, RG: Ini Mesti Diperhatikan 'Tonggeret' di Istana
Rocky menyebut bahwasanya publik lebih memilih Bamsoet yang ‘hilang’ ketimbang Fadli Zon.
Rupanya itu karena menurutnya, Bamsoet sering memuji-muji Presiden Joko Widodo alias Jokowi, padahal seharusnya sebagai wakil rakyat ia mengkritisi, sama dengan yang dilakukan oleh Fadli.
Oleh karena itu, Rocky menilai bahwa politisi Partai Golkar tersebut lebih dekat dengan kekuasaan dan tidak merepresentasikan kehendak rakyat.
“Berkali-kali orang menilai perilaku etik Bambang Soesatyo tidak mencerminkan representasi dari keinginan rakyat karena beliau sering memuji-muji Presiden, padahal tugas wakil rakyat justru mengkritisi Presiden,” unar Rocky Gerung, dikutip terkini.id dari kanal YouTube Rocky Gerung Official via SeputarTangsel pada Senib, 29 November 2021.
“Karena itu, orang bikin perbandingan. Kalau Fadli Zon walaupun bosnya ada di kekuasaan, tapi dia terus kasih kritik. Nah, etikanya begitu.”
Mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia itu menilai bahwa saat ini masyarakat sudah sangat cerdas untuk menganalisis perilaku para wakil rakyat.
Lebih lanjut, RG menuturkan, hal tersebut merupakan pelajaran etik dan menunjukkan bahwa kini masyarakat tak lagi buta huruf terhadap etika politik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
