Jokowi Sahkan Perpres Penceramah, Denny Siregar: Sudah Saatnya Biar Haikal Hassan Gak Seenaknya Mainkan Agama

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari terkait disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) soal penceramah dan pengelola rumah ibadah oleh Presiden Jokowi.

Lewat cuitannya di Twitter, Rabu 20 Januari 2021, Denny Siregar menilai Perpres No. 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2021 (RAN PE) memang sudah saatnya disahkan Jokowi.

Menurutnya, dengan disahkannya Perpres tersebut maka orang-orang seperti Haikal Hassan, Sugik Nur, Ustadz Maaher hingga Rizieq Shihab tidak seenaknya mempermainkan agama demi kepentingan pribadi.

“Sudah saatnya. Biar orang-orang kayak haikal hassan, sugik nur, maheer apalagi riziek gak seenak udelnya mainkan agama untuk kepentingan perutnya,” cuit Denny Siregar.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dalam cuitannya itu, Denny juga membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul “Jokowi Teken Perpres 7/2021, Penceramah dan Pengelola Rumah Ibadah Akan Diberi Pelatihan Pencegahan Ekstremisme” yang tayang di situs Kompas.com pada Selasa 19 Januari 2021.

Baca Juga: Bandingkan Anies dan Jokowi, Politikus PDIP: Otaknya Hanya Rekayasa Cerita

Dalam isi artikel pemberitaan itu disebutkan, pemerintah berencana memberikan pelatihan kepada penceramah dan pengelola rumah ibadah agar memiliki pemahaman terhadap pencegahan tindakan ektremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme di masyarakat.

Hal itu termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2021 (RAN PE).

Berdasarkan salinan Perpres yang didapat Kompas.com dari situs resmi Sekretariat Negara, pelatihan tersebut hendak diadakan karena dibutuhkannya peningkatan kapasitas komunitas masyarakat, khususnya komunitas rumah ibadah dalam merespons ektremisme.

Baca Juga: Jokowi dan Kerumunan NTT Ramai Diperbincangkan, Anggota DPR: Harusnya Jadi...

“Pelatihan pengelolaan rumah ibadah tentang pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dan pelatihan bagi penceramah agama untuk mendorong moderasi beragama,” demikian bunyi petikan Perpres No. 7 Tahun 2021.

Melalui pelatihan tersebut pemerintah bertujuan menghasilkan banyak penceramah yang memiliki sikap moderat dalam menyampaikan ajaran agama.

Selain itu, pemerintah juga bertujuan menciptakan suasana rumah ibadah yang cepat tanggap dalam mengantisipasi kemunculan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme.

Pada artikel pemberitaan yang dibagikan Denny Siregar itu juga disebutkan bahwa dalam Bab 1 Perpres tersebut, RAN PE merupakan serangkaian program yang akan dilaksanakan berbagai kementerian/lembaga terkait untuk memitigasi ekstremisme berbasis kekerasan.

“RAN PE diharapkan dapat menjadi acuan utama implementasi penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme oleh setiap kementerian/lembaga terkait,” demikian isi Bab 1 dalam Perpres tersebut.

Bagikan