Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelontorkan anggaran sebesar Rp 404,7 triliun untuk menangani pandemi Covid-19 hingga 24 September lalu.
Anggaran tersebut berasal dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dialokasikan sebesar Rp 744,77 triliun sepanjang tahun ini. Artinya, dana realisasi yang dicairkan sudah mencapai 54,3% dari total pagu atau masih sisa Rp 340,07 triliun.
Dilansir dari CNBC Indonesia, anggaran ini telah diberikan kepada masyarakat yang paling terdampak pandemi Covid-19 melalui lima kluster. Mulai dari insentif usaha bagi perusahaan, perlindungan sosial hingga sisi kesehatan
Realisasi Kluster pertama, kesehatan telah mencapai Rp 100,5 Triliun atau 46,8 % dari pagu Rp 214,96 Triliun.
Dana Ini diberikan untuk pembagian paket biaya perawatan pasien Covid, obat gratis, pengadaan vaksin, insentif tenaga kesehatan, dan vaksinasi hingga bantuan iuran JKN bagi masyarakat yang tidak mampu dan terdampak pandemi.
- Usai Dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPOM Taruna Ikrar Langsung Tancap Gas
- Putri Mantan Bupati Bantaeng Sambut Presiden Jokowi
- Kunjungi Desa Layoa, Presiden Jokowi Jalan di Atas Slag Nikel Huadi Group
- Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar
- Presiden Jokowi Makan Siang di RM Aroma Laut Bantaeng
Realisasi kluster kedua, perlinsos telah mencapai Rp 116,02 triliun atau 62,2% dari pagu Rp 186,64 triliun.
Anggaran perlinsos ini paling banyak terserap dibanding yang lainnya. Digunakan untuk membantu masyarakat dengan pemberian bantuan sosial seperti bantuan tunai, bantuan kuota internet, subsidi gaji, bansos sembako, subsidi listrik hingga bantuan beras bagi masyarakat rentan.
Klaster ketiga, program prioritas yang sudah terealisasi sebesar Rp 60,70 triliun atau 51,5% dari pagu Rp 117,94 triliun.
Anggaran ini juga dimanfaatkan untuk program padat karya Kementerian/Lembaga, program ketahanan pangan, sektor pariwisata hingga memberikan pinjaman bagi daerah yang Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya turun karena pandemi Covid-19.
Dilansir dari CNBC Indonesia, kluster keempat dilakukan untuk dukungan UMKM dan Korporasi yang tak kalah penting dan telah cair sebesar Rp 68,38 triliun atau 42,1% dari pagu Rp 162,40 triliun. Dana ini dimanfaatkan pelaku usaha mikro, hingga memberikan subsidi bunga dan penjaminan kredit UMKM serta korporasi.
Klaster kelima, insentif usaha telah terealisasi sebesar Rp59,08 triliun atau 94,0% dari pagu Rp 62,83 triliun.
Anggaran ini diberikan untuk pelaku usaha melalui insentif perpajakan, seperti pembebasan pajak karyawan (PPh 21 DTP) hingga diskon pajak untuk pembelian mobil dan rumah baru.
referensi:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20211001224905-4-280829/jokowi-ada-helikopter-uang-ratusan-triliun-ayo-siapa-mau
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
