Nicho Silalahi Sebut Jokowi Bohongi Publik: Apa Pembohong Seperti ini Masih Layak Memimpin?

Terkini.id, Jakarta – Pembahasan mengenai pemindahan Ibu Kota Negara mendapat perhatian lebih dari masyarakat. Seperti yang diketahui bahwa nama Nusantara terpilih menjadi nama dari Ibu Kota negara baru tersebut.

Atas hal tersebut, tidak sedikit pihak yang kemudian mempertanyakan salah satu di antara langkah besar yang diambil oleh Presiden Jokowi di akhir periodenya yang kedua.

Mulai dari aspek sosial, lingkungan dan tentu yang menjadi persoalan yakni pembiayaan yang mana proyek super besar ini jelas akan memakan banyak anggaran.

Baca Juga: ARM Gelar Aksi Desak Jokowi Mundur Jabatan, Nicho Silalahi Soroti...

Terkiat pembiayaan atau anggaran, ungkapan Jokowi di masa lalu atau bisa disebut dengan janji, kini mulai dipertanyakan.

Sebab nyatanya, seperti yang dilansir dari Warta Ekonomi pada Senin 24 Januari 2022, dijelaskan bahwa mayoritas dana untuk membangun IKN Nunsantara berasal dari uang APBN.

Baca Juga: 5 Komentar Netizen Malaysia yang Iri Karena Elon Musk Akan...

Hal ini dianggap bertentangan dengan pernyataan Jokowi sebelumnya. Sebab, sebelumnya dikabarkan Jokowi pernah menyebut bahwa pembangunan IKN tidak akan membebankan APBN.

“Artinya anggaran, kita siap menjalankan keputusan ini, tetapi saya sampaikan ke Menkeu (Sri Mulyani) tidak membebankan APBN, cari skema agar APBN tidak terbebani,” kata Jokowi di Istana Negara pada Mei 2019 lalu, seperti yang dikutip dari Kompas.

Oleh karena janji Jokowi yang kemudian diralat, alhasil mengundang banyak reaksi dari publik.

Baca Juga: 5 Komentar Netizen Malaysia yang Iri Karena Elon Musk Akan...

Salah satu yang kemudian ‘berteriak’ cukup lantang adalah Nicho Silalahi selaku aktivis dan penggiat media sosial.

Dalam cuitannya, Nicho menyebut Jokowi yang dalam narasinya dibahasakan sebagai pihak istana adalah sarang hoaks.

Hal ini menjadi respons atas ucapan Jokowi di masa lalu yang berubah megenai pembiayaan pembangunan Ibu Kota Negara.

“Ini menjadi fakta bahwa Istana lah ‘SARANG HOAK’,” tulis Nicho dalam akun Twitter pribadinya.

Lebih lanjut Nicho menilai Jokowi telah melakukan pembohongan publik.

“dengan diralat janjinya maka itu membuktikan bahwa @jokowi dengan sadar tanpa paksaan dari pihak manapun dan secara sah meyakinkan telah melakukan ‘PEMBOHONG TERHADAP PUBLIK’. Apakah PEMBOHONG seperti ini masih layak memimpin?,” tambah Nicho sebagai penutup dalam cuitannya.

Bagikan