Terkini.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo belum lama ini menyentil para Menteri di kabinet kerjanya. Hal ini dilakukan presiden sebagai bentuk responnya atas kenaikan harga BBM jenis Pertamax 1 April 2022, lalu, yang dinilai presiden tidak ada komunikasi terhadap rakyat.
Kemarahan Jokowi terhadap para Menteri mengundang reaksi dari masyarakat pengguna media sosial dengan menyebut status presiden hanya jadi pajangan jika tidak mampu berkoordinasi dengan para Menteri dan rakyat terkait kenaikan harga Pertamax.
“Lah masa presiden gak tau Pertamax sama migor naik? Berarti Menteri-menteri bapak seenaknya naikin harga tanpa persetujuan bapak gitu? Status presiden Cuma pajangan doang makanya Menteri-menterinya seenaknya aja buat keputusan sendiri. Ngeri kali lah pemerintahan sekarang ini”, tulis netizen, dikutip dari kolom komentar Tempo.co, Kamis 7 April 2022.

Selain itu, netizen menyinggung soal kenaikan harga BBM yang menurutnya sebelum-sebelumnya ketika ada kenaikan harga Jokowi di sebut tidak berani muncul ke publik. Namun sekarang menurut netizen, kemunculan Jokowi hanya karena ingin dilihat sebagai pahlawan oleh masyarakat.
“Emang sebelum-sebelumnya kalo ada kenaikan BBM Jokowi berani muncul ke publik? Gak usah lah sok-sok an mo jadi pahlawan. Lagian semua kebijakan yang menyangkut kesejahteraan rakyat kan pasti sepengetahuan Jokowi. Ato jangan-jangan Jokowi gak baca/pas tidur? Basii”, tulis netizen.

- Resmikan Gedung Ibu dan Anak RS Wahidin Makassar, Presiden Jokowi: Seperti Masuk Hotel Bintang 5
- RS Wahidin Makassar Gelar Operasi Implan Koklea Bantuan dari Presiden RI dan Kemenkes ke Anak Asal Gorontalo
- Setelah Penantian Panjang, Jufri Rahman Akhirnya Jabat Sekprov Sulawesi Selatan
- Dapat Golden Visa dari Jokowi, Shin Tae-yong Ucapkan Kalimat Menyentuh
- Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tinjau Simulasi Drone Tabur Pupuk di Papua Selatan
Sebelumnya, Jokowi meradang dihadapan para Menteri terkait kenaikan harga Pertamax yang dinilainya para Menteri tidak mengedepankan sense of crisis dalam menaikkan harga.
“Menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai ini (kenaikan Pertamax), hati-hati. Kenapa Pertamax (naik), diceritain dong kepada rakyat, ada empati kita gitu loh, nggak ada yang berkaitan dengan energi, nggak ada penjelasan dari Menteri”, ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, dikutip dari laman Tempo.co.
Jokowi menegaskan bahwa memberi penjelasan terhadap rakyat atas kenaikan harga-harga ini termasuk Pertamax merupakan bagian dari sense of crisis atau sensitif terhadap kesulitan rakyat.
Selain menyinggung soal kenaikan harga Pertamax, Jokowi juga membahas soal absennya penjelasan Menteri terkait kenaikan harga minyak goreng yang sudah empat bulan lamanya, namun tidak ada komunikasi.
“tidak ada statement, tidak ada komunikasi, harga minyak goreng sudah empat bulan (naik), tidak ada penjelasan apa-apa kenapa ini terjadi”, papar Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengingatkan kepada para Menteri dan pejabat untuk berhati-hati dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok. Menurut Jokowi, saat ini beberapa kebutuhan seperti gandum, kedelai, hingga minyak goreng sedang mengalami kenaikan jelang lebaran 2022.
“kalau kerja nggak detail, kerja nggak betul-betul dilihat betul, dan kit aini diam semuanya nggak ada statement, hati-hati, dianggap kit aini nggak ngapa-ngapain, nggak kerja. Atau mungkin juga nggak ngapa-ngapain, nggak kerja?” kata Jokowi.
Kendati demikian, Jokowi juga berpesan agar para Menteri dan pejabat mengeluarkan pernyataan yang berempati terhadap masyarakat, sebab Jokowi menilai masyarakat sudah merasakan dampak dari kenaikan harga BBM.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
