Jurnalis Asing Ini Sebut Prabowo Akan Tangkap Lawan Politiknya, BPN: Itu Hoax

Jurnalis Allan Nairn
Jurnalis investigasi Amerika Serikat Allan Nairn. (foto: kompas.com)

Terkini.id, Jakarta – Jurnalis investigasi Amerika Serikat Allan Nairn menyampaikan laporannya soal strategi Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto jika terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Dalam laporannya, Allan Nairn mengatakan Prabowo memiliki sejumlah strategi untuk menumpas radikalisme di Indonesia.

Hal itu disampaikannya lewat akun Twitter miliknya @AllanNairn14 pada Senin 15 April 2019.

“Tulisan baru oleh saya: Breaking News, info baru ttg Prabowo: “Rapat strategis Prabowo tentang rencana penangkapan massal lawan-lawan politik dan sekutu islamis,” cuit Allan Nairn di akun Twitternya.

Laporan Allan Nairn

Jurnalis Allan Nairn
Jurnalis Investigasi Amerika Serikat Allan Nairn menyebut Prabowo akan menangkap lawan-lawan politiknya. (foto: Twitter @AllanNairn14)

Allan Nairn menulis dalam laporannya bahwa Prabowo telah melakukan rapat intelijen menentukan strategi jika sudah terpilih menjadi presiden ke-8 RI.

Tulisannya itu diunggah ke akun blognya allannairn.org dan disertai empat lembar dokumen yang ia klaim sebagai notulensi rapat yang digelar Prabowo di kediamannya pada 21 Desember 2018.

Dalam tulisannya, Allan menyebut bahwa rapat tersebut digelar usai Prabowo bertemu dengan SBY di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan.

Ia juga menyebutkan, dalam rapat itu hanya orang-orang yang berada di lingkaran ‘satu’ Prabowo yang dapat hadir.

Dalam laporannya, Allan juga mengatakan bahwa Prabowo berkomitmen untuk menghancurkan radikalisme di Indonesia. Di sana ia disebutkan sudah bekerjasama dengan Amerika Serikat, Singapura dan Australia yang dinilai sudah memberikan sinyal dukungan untuk Prabowo – Sandiaga.

Tanggapan Badan Pemenangan Nasional (BPN)

BPN Prabowo
Dewan Pakar BPN, Dradjad Wibowo. (foto: rmol.co)

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) membantah keras tuduhan Allan Nairn dalam laporannya tersebut. Bantahan itu disampaikan Dewan Pakar BPN, Dradjad Wibowo.

Pihaknya memastikan jika apa yang disampaikan Allan tak lebih dari berita hoax.

“Hoax besar itu. Itu operasi intelijen kotor yang dilakukan Mr X (Allan). Saya hafal lah cara main dia,” kata Dradjad, dikutip dari Suara, Senin 15 April 2019.

“Itu cuma kebohongan yang disebarkan Mr X sama gengnya untuk merusak dukungan umat Islam. Apalagi secara spesifik menyebut HTI dan FPI,” sambungnya.

Terkait tudingan Allan yang mengatakan bahwa Prabowo telah melakukan rapat intelijen yang hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu, Dradjad megatakan bahwa memang tidak semua orang mudah masuk ke dalam rapat yang dihadiri Prabowo.

Bahkan, kata Dradjad, orang-orang yang mengikuti rapat yang dipimpin Prabowo, harus menyimpan Handphone demi kerahasiaan isi rapat.

“Tim pribadi 08 itu sangat disiplin. Kalau kita rapat sama 08, hp kita disimpan terpisah. Yang boleh ambil foto hanya tim pribadi dia. Pokoknya ketat sekali lah pengamanannya. Sistemnya memudahkan deteksi terhadap siapa yang membocorkan isi rapat,” ungkapnya.

“Jadi dari sisi loyalitas dan sistem pengamanan, saya hakulyakin enggak mungkin ada bocoran orang dalam,” ujar Dradjad.

Berita Terkait
Komentar
Terkini