Terkini.id, Jakarta- Mayoritas masyarakat di Indonesia adalah penyuka cabai. Mereka akan merasa hambar jika makan tanpa adanya cabai.
Seperti yang diketahui, bahwa jumlah cabai di Indonesia sangat melimpah, karena cocok dengan iklim Indonesia.
Oleh karena itu, cabai dapat tumbuh subur dan mudah ditemukan di pasaran. Ternyata cabai terdiri dari berbagai jenis, yaitu cabai rawit, merah, sampai cabai hijau.
Salah satu jenis yang popular adalah cabai rawit (Capsicum annuum), yang terkenal karena rasanya yang pedas. Namun, tahukah Anda? di balik rasa pedasnya, ternyata cabai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?
1. Mengurangi durasi sakit
- Harga Cabai Naik dan Jadi Penyumbang Inflasi, Wakil Gubernur Sulsel Imbau Warga Tanam di Pekarangan Rumah
- Ikut Tanam dan Panen Cabai di Wajo, Kapolda Tegaskan Dukung Program Pemprov Sulsel
- Sekretaris Umum PKK Pusat Puji Gerakan Tanam Cabai di Sulsel untuk Turunkan Inflasi
- Pj Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Posyandu dan Tanam Cabai di Kelurahan Macanang Bone
- Silaturahmi ke Pengurus PKK Jeneponto, Sofha Marwah Serahkan Bantuan Bibit Cabai
Melansir Web MD, ternyata cabai kaya akan vitamin C. Bahkan lebih tinggi dibandingkan jeruk.
Meskipun vitamin C tidak dapat sepenuhnya mencegah flu biasa, tetapi dengan mengonsumsi lebih banyak vitamin C saat sakit dapat mengurangi durasi penyakit berlangsung.
2. Mencegah penyakit jantung
Makanan pedas dapat menjadi pilihan untuk mencegah penyakit jantung. Studi menunjukkan, kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengurangi peradangan dan mengurangi kemungkinan penyakit jantung.
Dituliskan dalam Healthline, capsaicin merupakan senyawa tanaman bioaktif utama dalam cabai, yang bertanggung jawab atas keunikan rasanya, yaitu rasa pedas.
Untuk yang sedang menjalani program diem, makanan pedas bisa menjadi alternatif pilihan. Sebab, cabai dianggap dapat merangsang penurunan berat badan. Capsaicin yang terkandung pada cabai dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh membakar kalori.
Meskipun mengonsumsi cabai tidak menyebabkan perubahan signifikan pada berat badan, tetapi dengan mengkombinasikannya bersamaan, rencana penurunan berat badan dapat dilihat lebih cepat.
Dilansir dari Kompas, kandungan nutrisi yang terkandung dalam satu sendok makan cabai atau setara dengan 15 gram cabai rawit merah segar yaitu Kalori: 6, Air: 88 persen, Protein: 1,3 gram, Gula: 0,8 gram, Serat: 0,2 gram, dan Lemak: 0,1 gram.
Selain itu, cabai rawit juga kaya akan berbagai mineral dan vitamin, seperti: Vitamin C. Cabai sangat tinggi antioksidan, ini yang penting untuk penyembuhan luka dan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin B6 yang berperan dalam metabolisme energi.
Selanjutnya ada Vitamin K1. Vitamin ini juga dikenal sebagai phylloquinone, penting untuk pembekuan darah, kesehatan tulang, dan kesehatan ginjal.
Selain jenis cabai rawit, masyarakat Indonesia juga banyak yang menyukai jenis cabai hijau. Jenis cabai ini memberikan perlindungan terhadap kanker, sebab mengandung banyak antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.
Dikutip dari NDTV Food, cabai hijau juga dapat membantu mengatasi masalah prostat, dan memberikan sejumlah efek sistem kardiovaskular menguntungkan pada tubuh.
Capsaicin pada cabai hijau telah terbukti merangsang pusat pendinginan hipotalamus di otak, termasuk efek merangsang pada selaput lendir hidung dan sinus. Capsaicin merangsang aliran darah melalui membran dan menyebabkan sekresi lendir menjadi lebih tipis, yang dapat bermanfaat memerangi pilek atau infeksi sinus.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua orang cocok degan cabai, terutama penderita irritable bowel syndrome, yang dapat menyebabkan diare dan nyeri dubur. Untuk menghindari efek samping negatif dari cabai, batasi asupannya dan pilih cabai yang ringan daripada yang pedas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
