Terkini.id, Kendari – Kepala Dinas Pendapatan Daerah di Konawe Utara, ditangkap polisi gara-gara berselisih dengan perusahaan tambang nikel di daerahnya.
Sang Kadis yang diketahui bernama Supardi dilaporkan ke polisi usai diduga menjadi otak perusakan rumah peristirahatan karyawan dan aset perusahaan tambang bernilai miliaran rupiah.
Diketahui, pondok peristirahatan karyawan PT Alam Nikel Abadi dirusak sekitar 10 orang. Kejadian ini, memicu kekesalan perusahaan, sebab selain merusak rumah, para pelaku juga menyebabkan kerugian perusahaan hingga miliaran rupiah.
Hal ini terjadi usai Supardi bersama rekannya, membuang dan merusak ore nikel milik perusahaan. untuk merusak dan membakar pondok. Sejumlah karyawan lari terbirit-birit usai pondok mereka dibakar massa. Namun, beberapa karyawan masih sempat menyelamatkan inventaris perusahaan.
Selanjutnya, Supardi melihat ada tumpukan ore nikel di sekitar perusahaan. Dia kemudian menyuruh seorang karyawan PT ANA sebagai operator ekskavator untuk menutup jalan loading point (rute mobil truk).
Dia juga memaksa karyawan membawa ekskavator ke lokasi penimbunan ore nikel siap kirim ke pabrik. Lalu, Supardi menyuruh karyawan tersebut turun, lalu supardi menyuruh rekannya menjadi sopir excavator.
Dia menyuruh rekannya membuang tumpukan Ore tersebut ke rawa empang miliknya di sekitar areal pertambangan. Setelah ore nikel habis, Supardi lalu menyuruh rekannya mencampur ore nikel dengan ore nikel buangan (sampah) sehingga menjadi rusak dan tidak dapat dipakai lagi.
Saat para karyawan kembali ke lokasi, mereka menemukan Pondok dan Lab Preparasi PT ANA sudah terbakar dan cargo Nikel sebanyak 6.000 metrik ton telah rusak. Penyebabnya, karena sudah dicampur dengan ore buangan (OB) serta selang alkon telah terpotong-potong sehingga tidak dapat dipakai lagi.
Akibat perbuatan Supardi, berteman diatas PT ANA mengalami kerugian kurang lebih Rp5,8 miliar. Supardi terancam Pasal 406 ayat 2 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan hukuman minimal 4 tahun.
Sumber: liputan6.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
