Terkini.id, Jakarta – Pasca Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia atau Wilmar Group terlibat kasus dugaan korupsi minyak goreng, nama putra bungsu Presiden Jokowi turut menjadi perbicangan.
Di mana hal tersebut terjadi lantaran putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep diketahui menerima pendanaan dari Wilmar Group di Liga 2 2021 terhadap klub bola persis solo miliknya.
Namun, tak lama setelah Master Parulian Tumanggor ditangkap, Kaesang Pangarep kemudian memutuskan kontrak dengan Wilmar.
Mengetahui hal tersebut, pengamat Rocky Gerung menilai sikap putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep sangat berlebihan terhadap Wilmar Group.
Hal itu disampaikan Rocky Gerung melalui kanal YouTube miliknya Rocky Gerung Official, pada Jumat 22 April 2022.
Dalam unggahan itu, Rocky Gerung mengaku heran dengan sikap Kaesang yang berlebihan. Sebab, menurutnya komisaris Wilmar Group baru dinyatakan sebagai tersangka bukan terdakwa.
“Kita mengerti, ini mau dapat headline juga karena langsung membatalkan kerja sama itu. Kalo Wilmar punya otak, dia bisa gugat balik itu dengan pikiran untuk apa membatalkan, wong Wilmar saja belum dinyatakan sebagai terpidana kok,” ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung menilai sikap Kaesang memutus kerjasama karena tidak ingin terseret kasus tersebut.
“Jadi hal begini yang akhirnya putar-putar. Orang anggap ini hanya karena takut terseret maka membatalkan perjanjian tersebut. Mestinya biasa-biasa saja,” ujar Rocky Gerung.
Rocky Gerung mengatakan reaksi berlebihan Kaesang itu justru terlihat bahwa keluarga presiden memiliki hubungan khusus lebih dari sekedar bisnis.
“Jadi reaksi yang berlebihan justru membuat orang menganggap kalau keluarga Presiden itu ada hubungan yang lebih dari sekadar bisnis dengan Wilmar. Ini analisinya akan sampai di situ,” ucap Rocky Gerung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
