Kaimuddin dan Roemank Madu: Dari Rasa Penasaran ke Pemberdayaan Petani

Kaimuddin dan Roemank Madu: Dari Rasa Penasaran ke Pemberdayaan Petani

K
Kamsah

Penulis

Terkini, Makassar – Pada tahun 2017, Kaimuddin, seorang pengusaha muda dari Sulawesi Selatan, memulai perjalanan panjangnya ke dunia madu. Awalnya, rasa penasaran sederhana memicu langkahnya.

“Saat itu, istri membawakan madu. Tapi, saya tak tahu apakah itu murni atau palsu,” kenangnya.

Pencarian itu membawa Kaimuddin bertemu seorang petani madu bernama Dg. Ngelleng. Dari sang petani, ia belajar asal-usul madu, mulai dari proses panen hingga pengemasan.

“Ternyata, madu itu punya ilmu yang sangat luas. Bukan sekadar cairan manis, tapi banyak manfaat dan turunannya,” ujarnya.

Dari lilin aromaterapi hingga bahan kosmetik, hampir semua bagian dari madu memiliki nilai komersial yang tinggi.

Baca Juga

Lahirnya Roemank Madu

Belajar dari pengalaman tersebut, Kaimuddin mendirikan merek Roemank Madu. Kini, usahanya tidak hanya menjadi ladang penghidupan bagi dirinya, tetapi juga memberdayakan petani di berbagai wilayah Sulawesi, termasuk Gowa, Barru, Bone, hingga Kepulauan Banggai.

“Kami bekerja sama dengan banyak petani, memastikan mereka mendapatkan penghasilan yang layak,” ujarnya.

Namun, dinamika alam tak selalu berpihak. Ketika musim paceklik melanda Sulawesi Selatan, misalnya, kebutuhan madu sering kali harus dipenuhi dari daerah lain seperti Maros atau Barru. Wilayah-wilayah ini menjadi penopang utama suplai madu murni di kawasan tersebut.

Fluktuasi Harga dan Kekayaan Alam Sulsel

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.