Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) mengomentari soal seorang kakek beragama Islam yang yang menghibahkan tanahnya ke Gereja.
Denny Siregar menyinggung bahwa kakek inilah sebenar-benarnya habib, bukan orang yang mulutnya penuh kecaman tanpa amalan sedikit pun.
Secara spesifik, ia melontarkan sindirannya itu kepada pendiri Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab dan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bahar bin Smith
“Rizieq dan Bahar harusnya malu membaca berita ini,” kata Denny Siregar melakui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 3 Desember 2021.
“Beliaulah sebenar-benarnya Habib, bukan mulut-mukut sampah penuh kecaman tanpa sedikitpun amalan,” sambungnya.
- Dihukum 6 Bulan Penjara, Bahar bin Smith Bebas 1 September Nanti
- Soroti Vonis Penjara Bahar Bin Smith, Chusnul Chotimah: Indonesia Darurat Kebohongan!
- Habib Bahar Semprot Ferdy Sambo: Menutupi Kasus KM 50, Allah Balas!
- Amanda Manopo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Untuk Habib Bahar: Sehat Selalu
- Sindir Keras Soal Capres 2024, Habib Bahar: Pada Khianat Semua!
Dilansir dari Manado Post, seorang kakek berusia 71 tahun yang beragama Islam memberikan tanahnya untuk gereja, GMIM Efrata Rap-Rap.
Kakek bernama Robo Lahma ini merupakan warga Lingkungan VI Desa Arakan, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel, Sulawesi Utara (Sulut).
Ketua BPMJ GMIM Efrata Rap-Rap, Pendeta Welly Pudihang STh MPdK menceritakan bahwa Robo Lahma di Desa Arakan dan Desa Rap-Rap lebih dikenal dengan nama Pa Ade Robo.
“Dari bahasa tubuhnya terpancar kerendahan hati. Sepenggal kalimat yang ia sampaikan sangat menyentuh hati saya. ‘Pendeta, napa kita so tanda tangan Surat Hibah kita pe tanah for Gereja Basar’. (Pendeta, saya sudah tanda tangan surat hibah tanah saya untuk gereja, red),” tulis Pendeta Welly, di salah satu grup Facebook.
“Orang Muslim di Arakan menyebut GMIM Efrata Rap-Rap adalah Gereja Basar,” sambungnya.
Pendeta Welly mengatakan bahwa Pa Ade Robo telah mengajarkan kepada kita untuk belajar menjadi manusia sesungguhnya.
“Kerendahan hatinya membuktikan ia sangat mencintai sesama manusia. Pa Ade Robo adalah seorang Muslim taat namun di balik ketaatannya ia sangat mengenal ajaran Kristus, Kasihilah Sesamamu Manusia. Maklum Pa Ade Robo hidup di lingkaran keluarga Kristiani,” katanya.
“Saya sungguh sangat bersyukur atas perjuangan panjang dan melelahkan ini , akhirnya tanah di mana berdirinya Gedung Gereja GMIM Efrata Rap-Rap, Surat Hibah Tanahnya telah diserahkan oleh Pa Ade Robo kepada saya di hadapan Wakil Bupati Minahasa Selatan Pdt Petra Rembang MTh, di saat GMIM Wilayah Semenanjung Tatapaan merayakan Perayaan Menyambut Natal Yesus Kristus di tahun 2021,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
