Kali Pertama, DID Parepare Terbesar di Sulsel

Terkini.id, Parepare – Pemerintah Kota Parepare berhasil mendapatkan reward berupa Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat atas capaian prestasi yang dilakukan.

DID sebesar Rp 55 miliar yang diterima ini merupakan nominal DID terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Sepanjang sejarah, ini untuk pertama kalinya Kota Parepare mendapatkan DID terbesar di Sulsel dari 24 kabupaten/kota,” ujar Jamaluddin Achmad, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Parepare, Jumat 13 November 2020.

Baca Juga: Kadinsos Parepare Jamin Tak Ada Pemotongan BST, Total Penerima 3.102...

Reward tersebut, lanjut Jamaluddin, merupakan buah kerja keras dan komitmen Pemkot di bawah nakhoda Wali Kota Parepare, Taufan Pawe yang telah mempersembahkan ratusan pengakuan, salah satunya tata kelola keuangan yang akuntabel dari desclaimer sebagai warisan pemerintahan sebelumnya hingga mengantar Parepare meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali berturut-turut.

“DID itu dana yang diberikan pemerintah pusat terkait dengan capaian-capaian pemerintah kota terhadap beberapa hal, misalnya, inovasi-inovasi dan paling utama sudah dapat WTP. Jadi pemerintah kota atau kabupaten tidak bisa dapat DID jika tidak WTP,” ungkap Jamal.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Parepare Masih Tinggi, Pembatasan Aktivitas Masyarakat Kembali Diperpanjang

“Sebenarnya banyak sekali tolak ukur untuk mendapatkan DID dan alhamdulillah sejak kepemimpinan Bapak Taufan Pawe, Parepare sudah sekian kali mendapatkan DID dan kali ini terbesar di Sulsel, yakni Rp 55 miliar,” sambungnya.

Reward DID yang diterima Pemerintah Kota Parepare pun digunakan secara bijak dalam membangun sejumlah infrastruktur yang berdampak pada kesejahteraan rakyat.

“DID Rp 55 miliar ini telah dialokasikan Rp 30 miliar oleh Bapak Walikota untuk membangun masjid terapung termegah di Sulsel,” terangnya.

Baca Juga: Kajari Parepare Meninggal Akibat Covid-19, Taufan Pawe: Beliau Panutan Kita

Kehadiran masjid tersebut untuk memperkuat identitas kota Parepare sebagai kota santri dan ulama.

“Juga sebagai magnet sehingga teori telapak kaki Taufan Pawe terwujud, implikasinya adalah terwujudnya Kota Industri Tanpa Cerobong Asap yang menjadi visi misi beliau sehingga berdampak pada masyarakat karena adanya sumber ekonomi baru,” imbuh Jamal.

“Percayalah, segala sesuatu yang kita lakukan dengan terukur akan membuahkan hasil,” tambahnya.

Sementara itu, Taufan Pawe mengatakan sejak dirinya dilantik sebagai Wali Kota Parepare, ia selalu menanamkan ke jajarannya untuk memegang teguh prinsip taat asas, taat anggaran dan taat administrasi dalam pengelolaan keuangan.

“Alhamdulillah yang kita lakukan itu telah kita petik hasilnya berupa pengakuan dan reward dari pemerintah pusat. Kita berharap hal baik seperti ini terus dipertahankan, karena saya ingin Parepare terus menjadi role model di segala bidang,” ucap Taufan Pawe.

Bagikan