Kamu Perlu Tahu, Ini Kekurangan dan Kelebihan Gaya Hidup Instan ala Milenial

Hidup Instan
Gaya hidup instan milenial. (Foto: Ilustrasi)

Terkini.id – Bagi kamu, terutama yang lahir di tahun 80-90an, pernah kepikiran sih kalau sekarang sepertinya aktivitas yang dilakukan makin mudah? Misalnya saja berkomunikasi.

Kalau dulu harus surat menyurat atau dengan telepon rumah, sekarang sudah lebih mudah dengan hadirnya alat komunikasi berupa smartphone. Kamu bisa berkomunikasi dengan orang lain kapan pun dan dimana pun.

Tidak hanya dalam bentuk komunikasi dan informasi, segala bentuk kemudahan tersebut pasti juga kamu rasakan dalam makanan dan minuman kan.

Sudah banyak jenis makanan dan minuman instan yang beredar saat ini. Mulai dari mi, bubur, hingga minuman dalam bentuk sachet. Kamu tentu sudah tidak asing kan dengan produk-produk tersebut? Atau mungkin sering mengonsumsinya.

Hidup Praktis
Ilustrasi gaya hidup praktis. (Foto: Ils)

Ada banyak perdebatan terkait gaya hidup serba instan ini. Hal yang instan memang bisa mempermudah segala aktivitas, tapi ternyata juga menyimpan beragam akibat buruk pada kita.

Bukan hal yang aneh, mengingat budaya instan ini sebenarnya berasal dari keinginan manusia untuk hidup seba praktis dan cepat dalam beraktivitas.

Kira-kira apa saja dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup serba praktis? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mempercepat pekerjaan

Tidak bisa dipungkiri kalau kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu segala aktivitas kita, bahkan mempercepat prosesnya. Baik pekerjaan rumah tangga ataupun kantor semuanya bisa dikerjakan dengan mudah dan cepat. Apalagi dengan adanya internet. Segala jenis informasi bisa kita dapatkan di sana. Rasanya sulit sekali mencari informasi yang tidak ada di internet.

Sesuatu yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut bisa lebih banyak daripada biasanya. Seperti pekerjaan pabrik. Misalnya kalau saat menggunakan tenaga manusia hanya bisa menghasilkan 10, dengan menggunakan mesin seperti sekarang bisa menghasilkan 50 hingga 100.  Aktivitas pekerjaan kantoran juga jadi mudah diselesaikan.

2. Melupakan proses

Sayangnya, dengan beragam kemudahan yang terdapat dari gaya hidup serba instan malah membuat manusia lupa dengan hal penting dalam pekerjaan, yaitu proses. Mereka ingin cepat selesai dan ogah mengerjakan sesuatu secara bertele-tele.

Hal itu berpengaruh terhadap kualitas dari hasil pekerjaan. Syukur-syukur kalau bisa dapat berkualitas tinggi. Seringkali justru kurang baik bahkan cenderung buruk.

Memang walau tidak instan sekalipun, belum tentu pekerjaan yang dilakukan akan menghasilkan kualitas terbaik. Namun dengan menjalani proses kerja, kamu bisa mempelajari kekurangan dari pekerjaanmu.

Sebenarnya, tidak ada salahnya dengan menerapkan gaya hidup serba instan ini dalam pekerjaan. Namun jangan hanya ingin sekadar cepat selesai saja. Ingat, proses juga penting untuk meningkatkan kualitas pekerjaanmu.

Hidup Praktis
Ilustrasi bekerja. (Foto: Ils)

3. Memajukan peradaban manusia

Ini tentu sudah tidak diragukan lagi. Dengan teknologi komunikasi dan informasi yang makin modern, manusia akan semakin maju. Dari yang sebelumnya butuh usaha lebih untuk menghasilkan sesuatu, kini bisa semakin mudah.

Manusia akan selalu berlomba-lomba untuk menghasilkan sesuatu. Sesuatu yang dihasilkan inilah yang nantinya akan meningkatkan standard hidup manusia.

Salah satu contohnya adalah smartphone. Komunikasi suara berawal  dari telepon rumah yang diciptakan oleh Alexander Graham Bell, manusia mulai berpikir untuk membuat telepon ini bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah. Maka terciptalah sebuah handphone.

Seiring waktu berjalan, untuk makin mempermudah penggunanya, maka diciptakanlah smartphone yang merupakan versi lanjutan dari handphone.

4. Hilangnya waktu kebersamaan

Meski ada kemajuan dalam komunikasi, namun ternyata hal itu justru bisa membuatmu sulit untuk mencari waktu bersama kawan atau kerabat lainnya. Ini karena adanya perasaan bahwa komunikasi via chat saja sudah cukup.

Biasanya orang seperti ini adalah tipe yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Ada juga tipe manusia yang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, dalam hal ini biasa disebut individual.

Meski begitu, tetap masih ada tipe yang memilih untuk bertemu satu sama lain sesibuk apapun itu. Mereka biasanya hanya menjadikan komunikasi via chat atau telepon sebagai perantara untuk terus menjaga komunikasi saja.

Itulah dampak-dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup serba instan. Meski memiliki dampak kurang baik, bukan berarti harus ditinggalkan. Tinggal kita pintar-pintar memilah mana yang perlu diadaptasi atau ditinggalkan. Kalau memang kemudahan itu bisa membantu manusia, kenapa tidak?

Salah satu kemudahan yang dirasakan adalah teknologi digital: mulai dari transportasi hingga belanja bermacam produk bisa dilakukan lewat smartphone. Sekarang ini, apa sih yang tidak bisa dipesan secara online? Mulai dari pakaian, makanan, furniture, hingga asuransi

Asuransi online bisa dibilang terobosan yang membantu menyingkat waktu. Bayangkan kalau kita harus mencari asuransi sendiri: browsing hingga menghubungi agen akan sangat makan waktu.

Namun, lewat situs marketplace kita bisa memilih sendiri asuransi yang dibutuhkan: kesehatan, jiwa, kecelakaan, bahkan asuransi karyawan untuk perusahaan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

Pamor Danny Pomanto Dinilai Semakin Lemah

Terkini.id -- Pamor mantan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (Danny) dinilai semakin lemah dan tidak lagi menjadi pemain dominan di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar