Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Kristia Budhyarto alias Kang Dede menanggapi soal aksi mahasiswa yang rencananya akan digelar pada Senin, 11 April 2022.
Kang Dede menyebut, Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi sama sekali tidak takut dilengserkan oleh “mahasewa” yang ditunggangi bandit politik tersebut.
Ia menyinggung bahwa Jokowi terpilih dua kali secara konstitusional, yakni melalui Pemilihan Umum (Pemilu).
Maka, Kang Dede menyerukanuntuk melawan pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Presiden Jokowi secara inkonstitusional.
“Seujung kuku pun Pemerintahan Jokowi tak takut dilengserkan oleh demo 11/4 dari mahasewa yang ditunggangi bandit politik haus kekuasaan,” kata Kang Dede melalui akun Twitter resminya pada Sabtu, 9 April 2022.
- Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan 'Khilafuck'
- JIS Belum Siap untuk Liga 1 2022-2023, Kang Dede: Makin Jelas Kualitas Kaleng-Kaleng
- Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya
- ACT Disebut Kumpulkan Donasi Ratusan Juta tapi Hanya Salurkan Rp3 Juta, Kang Dede: B*jingan Berkedok Agama
- Sindir Netizen Syukuri Tjahjo Kumolo Meninggal, Kang Dede: Ngaku Paling Beragama, tapi Kelakuan Dajjal
“Jokowi dipilih 2X secara konstitusional melaui Pemilu, jika mau dilengserkan secara inkonstitusional, KITA LAWAN! Hadapi dengan santay aja,” sambungnya.
Dilansir dari Kompas, mahasiswa akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Istana Negara, Jakarta pada Senin, 11 April 2022.
Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) itu akan menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Presiden Joko Widodo.
Namun, BEM SI membantah kabar yang menyebut aksi mereka adalah untuk menuntut Jokowi mundur dari jabatannya.
Sebagai informasi, sebelumnya beredar poster bertuliskan “Turunkan Jokowi dan kroninya” yang mengatasnamakan BEM SI.
Koordinator BEM SI, Kaharuddin memastikan bahwa poster tersebut hoaks. Ia menegaskan, pihaknya belum mengeluarkan poster.
“Di sini kami bukan untuk menggulingkan (Jokowi), kami tegas bahwa mahasiswa berdiri tegak sebagai oposisi, sebagai pengawas dan pengontrol kebijakan pemerintah, karena hari ini oposisi itu lemah,” jelasnya.
Kaharudiin juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini tidak ditunggangi oleh kubu politik mana pun, tetapi murni aspirasi dari berbagai daerah yang diserap para mahasiswa untuk disampaikan kepada penguasa.
Independensi BEM SI dari kepentingan politik tertentu, katanya, dapat dibuktikan lewat adanya kajian yang mendasari tuntutan-tuntutan kepada Istana.
“Bisa dilihat, setiap BEM SI melakukan aksi, itu ada kajian dari tuntutan yang dibawa. Ketika ada kajian, maka tidak bisa digerakkan oleh siapa pun,” ujar Kaharuddin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
