Masuk

ACT Disebut Kumpulkan Donasi Ratusan Juta tapi Hanya Salurkan Rp3 Juta, Kang Dede: B*jingan Berkedok Agama

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Kristia Budhyarto alias Kang Dede menanggapi berita soal Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang disebut mengumpulkan donasi ratusan juta untuk korban kecelakaan tapi hanya menyerahkan Rp3 juta.

Komisaris Independen PT Pelni dan pegiat media sosial ini mengutuk keras ACT yang diduga menyelewengkan dana tersebut.

“BAJINGAN berkedok Agama, Aksi Cepat Tilep,” kata Kang Dede melalui akun Twitter @kangdede78, seperti dikutip pada Rabu, 6 Juli 2022.

Baca Juga: Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan ‘Khilafuck’

Diketahui, Lembaga Aksi Cepat Tanggap atau ACT menjadi sorotan publik setelah Majalah Tempo menguak sejumlah penyelewengan dana publik yang diamanatkan kepada mereka.

Dilansir dari TV one, hasil investigasi Tempo terhadap ACT menemukan sejumlah modus yang mereka pakai untuk memotong donasi publik.

Salah satunya, dalam penggalangan dana untuk korban kecelakaan bernama Suharno beserta istri dan anaknya.

Baca Juga: Mayoritas Dana ACT Disebut untuk Beli Villa, Warganet Sebut Kelakuan ACT Lebih Dari Iblis

Adapun kecelakaan tersebut terjadi karena sebuah truk yang tak kuat menanjak di Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, mundur dan melindas sepeda motor keluarga Suharno pada 25 Oktober 2021.

Akibat kecelakaan ini, kaki Suharno dan anaknya, Rizal yang berumur 5 tahun, patah. Sementara, kaki kanan istrinya, Isti Utami, harus diamputasi.

Beberapa hari setelah kecelakaan, pengurus ACT Cabang Bantul disebut mendatangi rumah keluarga Suharno di Dusun Sanggrahan, Kecamatan Dlingo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kepada Suharno, pengurus ACT menyodorkan berkas penggalangan donasi untuk dia dan keluarganya,” tulis Tempo.

Baca Juga: Polri Sebut Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Akui Terima Dana Sebesar Rp 10 Miliar

Menurut Suharno, pengurus ACT Bantul mengatakan dana yang terhimpun bisa digunakan untuk berobat.

“Mereka pun berjanji mendampingi keluarganya hingga sembuh. Membutuhkan biaya untuk berobat dan bertahan hidup, tukang kayu itu pun menandatangani berkas penggalangan donasi,” tulis majalah itu.

Pada 9 November 2021, tim ACT pun mengumumkan pengumpulan donasi untuk keluarga Suharno di laman Indonesia Dermawan, situs milik Aksi Cepat Tanggap.

Di laman ini dipajang foto Rizal yang sedang menangis beserta foto rontgen kakinya yang patah Tertulis di situs itu: “Satu Keluarga Terlindas Truk, Bantu Adik Rizal dan Orang Tuanya Sembuh”.

Sebulan berselang, tim ACT Bantul kembali menyambangi rumah keluarga Suharno.

“Mereka membawa uang tunai Rp3 juta, bahan kebutuhan pokok, satu kruk kaki, dan kasur senilai sekitar Rp3 juta,” tulis Tempo.

Suharno mengaku tidak mengetahui berapa donasi yang terkumpul untuk keluarganya saat itu. Untuk pengobatan di rumah sakit pun, mereka menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Tim ACT disebut kembali datang beberapa bulan kemudian untuk mengadakan pendampingan psikologi terhadap Rizal dan orang tuanya.

Pada saat itu, Suharno sempat menanyakan jumlah dana yang terkumpul, tapi petugas ACT tak memberi tahu nilainya.

Mereka hanya berjanji membangun bengkel kayu dan peralatan tukang untuk Suharno, membelikan kaki palsu untuk istrinya, serta merenovasi rumah.

Pertengahan Juni lalu, Suharno juga bertanya kepada tim ACT Bantul soal janji yang belum terwujud.

Karena sebelumnya, ia mendapat informasi bahwa donasi yang terkumpul mencapai Rp 412,207 juta dari target Rp520 juta.

Suharno mempertanyakan kapan duit yang disumbang lebih dari 6.000 donatur itu akan disalurkan. Namun, Suharno tak mendapat jawaban pasti.

Adapun Kepala ACT Yogyakarta, Ony Leo mengatakan kantor perwakilan ACT itu tak berwenang menentukan pencairan donasi.

“ACT pusat yang menentukan,” ujarnya.