Terkini.id, Jakarta – Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto alias Kang Dede menanggapi Akdemisi Cross Culture Institute, Ali Syarief yang mengatakan bahwa komunis marah saat orang Islam memilih pimpinan muslim.
Kang Dede menyebut Ali Syarief dengan sebutan provokator dan mempertanyakan siapa komunis yang ia maksud.
Relawan Jokowi ini juga menyinggung bahwa sejak Republik Indonesia berdiri, semua Presiden beragama Islam.
Ia lantas menyindir bahwa akun provokator Ali Syarief terus dibiarkan oleh lembaga-lembaga bertanggung jawab, yakni Kemkominfo, Tim Aduan Konten Kemkominfo, dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
“Akun PROVOKATOR yg tetap dibiarkan oleh Kemkominfo, Aduan Konten, CCIC Polri,” kata Kang Dede melalui akun Twitter resminya, sebagaimana dilihat pada Selasa, 3 Mei 2022.
- Politisi Demokrat Akan Laporkan Komisaris Pelni Terkait Cuitan 'Khilafuck'
- JIS Belum Siap untuk Liga 1 2022-2023, Kang Dede: Makin Jelas Kualitas Kaleng-Kaleng
- Kang Dede ke MS Kaban: Koruptor Macam Anda Mana Rakyat Percaya
- ACT Disebut Kumpulkan Donasi Ratusan Juta tapi Hanya Salurkan Rp3 Juta, Kang Dede: B*jingan Berkedok Agama
- Sindir Netizen Syukuri Tjahjo Kumolo Meninggal, Kang Dede: Ngaku Paling Beragama, tapi Kelakuan Dajjal
“Sudah 7 Presiden di Republik Indonesia semua beragama Islam. Yang dimaksud bedebah PROVOKATOR ini siapa?” sambungnya.
Adapun dalam cuitan yang ditanggapi Kang Dede, Ali Syarief menyinggung bahwa ketika orang Islam memilih pemimpin muslim, komunis marah.
Menurutnya, para komunis memberi label kepada orang Islam seperti, “Yaman”, “menjual agama”, dan lain-lain.
“Giliran orang Islam memilih pemimpin Muslim, komunis murka. Yamanlah, menjual agamalah, dst,” kata Ali Syarief.
“Padahal berdemokrasi itu, pemenangnya suara terbanyak, adalah pilihan politik bangsa ini,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
