Terkini, Makassar – Kinerja sektor perbankan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Maret 2025 menunjukkan pertumbuhan positif secara tahunan (year-on-year/yoy), meskipun terdapat sorotan terkait kualitas kredit produktif yang mengalami tekanan.
Berdasarkan data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), total aset perbankan di Sulsel tumbuh sebesar 5,91 persen yoy menjadi Rp204 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga mencatatkan pertumbuhan yang sehat sebesar 6,55 persen yoy, mencapai Rp137,34 triliun.
Namun, pertumbuhan kredit tampak melambat dengan hanya mencatat kenaikan 3,76 persen yoy menjadi Rp165,7 triliun.
Di sisi lain, OJK menyebutkan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga, tercermin dari rasio loan to deposit (LDR) yang mencapai 122,93 persen.
Tingkat risiko kredit secara umum atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat berada di angka 2,87 persen, yang masih berada dalam batas wajar.
- Bupati Sidrap Motivasi Siswa SDN 1 Rijang Panua: Jadi Generasi Cerdas dan Berakhlak
- Konflik Akses Jalan Pesantren Darul Istiqomah, Yasir Machmud Minta Jalan Dipakai Bersama
- Kisah Helmi, Mewarisi Sang Ayah Berangkat ke Baitullah, Jadih CJH Termuda Jeneponto
- Promo "Crazy Red" Dalton Hotel Makassar, Staycation Nyaman dengan Harga Spesial
- Siapkan Kreator Pertanian Hebat, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Digitalisasi Konten Pertanian Berbasis AI
Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menjelaskan bahwa meskipun NPL agregat masih terkendali, tekanan terlihat pada kredit produktif. “NPL untuk pembiayaan produktif tercatat mencapai 3,90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pembiayaan konsumtif yang hanya sebesar 1,65 persen,” ungkapnya.
Tingginya angka NPL pada kredit produktif tersebut sejalan dengan minimnya pertumbuhan di sektor tersebut, yang hanya tumbuh tipis 0,20 persen yoy. Sebaliknya, kredit konsumtif tumbuh lebih kuat, yakni sebesar 8,27 persen yoy.
Di tengah kondisi tersebut, perekonomian Sulawesi Selatan secara umum tetap mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,78 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sebesar 4,87 persen.
Capaian ini bahkan melampaui pertumbuhan tahun sebelumnya, menandakan tren pemulihan dan penguatan ekonomi regional yang konsisten.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
