Kartini Masa Kini: Akademisi Perempuan Dorong Kesetaraan Lewat Pendidikan dan Keteladanan

Kartini Masa Kini: Akademisi Perempuan Dorong Kesetaraan Lewat Pendidikan dan Keteladanan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Di balik perannya, Dhiba mengakui tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai dosen dan sebagai ibu. Namun, hal tersebut diatasi dengan manajemen waktu yang disiplin, serta komitmen terhadap profesionalisme dan integritas.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun generasi yang inklusif dan berwawasan multikultural.

Menurutnya, kesetaraan menjadi kunci untuk membuktikan bahwa kepemimpinan dan prestasi bukan monopoli satu gender.

Dhiba juga menerapkan pendekatan personal kepada mahasiswa dengan menyediakan ruang dialog, guna memahami persoalan yang mereka hadapi dan membantu mereka mengambil keputusan secara tepat.

“Mahasiswa harus kuat, baik secara mental maupun fisik, untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Baca Juga

Kepada generasi muda yang ingin berkarier di dunia akademik, Dhiba berpesan agar menjadikan ilmu sebagai kekuatan utama, membangun jejaring, serta menjaga kualitas dan integritas diri.

Dalam refleksi Hari Kartini, ia menutup dengan pesan moral melalui pepatah Arab, “Al-adabu fauqol ‘ilmi” (adab lebih tinggi dari ilmu).

“Ilmu tanpa adab bisa menjerumuskan. Sebaliknya, adab menjadikan ilmu bermanfaat dan membawa keberkahan. Bahkan seseorang lebih dihargai karena adabnya daripada ilmunya,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berani melangkah, bermimpi, dan bersuara, sejalan dengan hadis Nabi Muhammad: “Semangatlah dalam hal yang bermanfaat untukmu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan malas (patah semangat)” (HR. Muslim).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.