Terkini.id — Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Makassar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, Ansariadi menilai, laju perkembangan kasus Covid-19 baru masih berada di posisi stagnan atau tidak berkembang.
Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Kota Makassar bersama Satgas Covid-19 saat ini sedang gencar melakukan tracking dan tracing untuk bisa mengidentifikasi dan menekan laju penyebaran covid-19.
“Kami berupaya menahan lajunya. Saat ini cukup terkendali. Kondisinya stagnan, stabil di angka sekitar 60 kasus sejak awal Agustus lalu,” kata Ansariadi, Senin 10 Agustus 2020.
Ansariadi mengatakan, rasio penyebaran atau angka reproduksi (RO) terhadap virus tersebut di Kota Makassar belum berada di bawah 1. Namun, tetap ada penurunan angka penularan dari bulan sebelumnya yang mencapai angka tertinggi di atas 100 kasus.
“Ada penurunan, tapi sedikit. Kira-kira antara 40 sampai 60 kasus per hari yang berdasarkan pada kejadian, bukan harian. Jadi kadang-kadang dilaporkan 40 kasus, besoknya naik menjadi 90 kasus,” kata Ansariadi.
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
- Harumkan Makassar dan Sulsel, Murid SMP Al Biruni Ikuti Lomba ALOHA Tingkat Dunia di Panama
- Bunda PAUD Jeneponto Buka Resmi Manasik Haji Cilik 2026, Diikuti Ribuan Anak Usia Dini
- Pemkot Makassar Dorong ASN Menulis Buku, Walikota Munafri: Literasi Harus Jadi Budaya
Ia mengatakan, wabah virus covid-19 kini masih dalam tahap terkendali. Artinya, laju penyebarannya stagnan, tapi belum turun sepenuhnya atau sedikit menurun.
Dia menambahkan, ada enam kecamatan yang masuk penyebaran tertinggi dari 15 kecamatan yang ada di wilayah Kota Makassar. Wilayah tersebut masing-masing Kecamatan Rappocini, Biringkanaya, Tamalate, Panakkukang, Manggala, dan Tamalanrea.
“Enam daerah ini masuk wilayah episentrum dibandingkan kecamatan lain. Tapi itu sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduknya. Inilah jumlah kasus yang banyak kita dapatkan di sana,” katanya.
Dia kembali menegaskan pentingnya pencegahan penyebaran Covid-19. Jika ada warga yang positif Covid-19, maka semua orang yang pernah kontak dengannya harus dicari.
“Kalau dia pernah kontak dengan 10 orang, harus dicari semua karena jangan sampai dia positif dan jadi penular. Setelah dicari dites. Kalau positif diisolasi biar tidak berkeliaran supaya tinggal virusnya. Artinya ini bisa terputus,” ujarnya.
Upaya mitigasi juga harus dilakukan untuk penekanan dengan tidak menggunakan obat. Kemudian, menggunakan masker, menjaga jarak serta didukung dengan edukasi yang baik kepada warga supaya tidak ada kesalahpahaman interpretasi terkait pencegahan Covid-19.
Data dari posko induk Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, pasien yang terkonfimasi aktif per 9 Agustus 2020 sebanyak 1.842 orang. Rinciannya, kasus terkonfimasi dengan gejala (simptomatik) 332 orang dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) 1.510 orang.
Pasien sembuh bertambah 42 orang (total 3.980), dan meninggal dunia masih tetap 40 orang atau tidak ada penambahan hingga hari ini. Sementara untuk status suspek tercatat 262 orang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
