Kasus Pak RT Larang Warga Ibadah di Rumah Berakhir Damai

Kasus Pak RT Larang Warga Ibadah di Rumah Berakhir Damai

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Bekasi – Kasus kejadian Ketua RT di Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, yang melarang warganya ibadah di rumah berakhir dengan damai antar kedua belah pihak.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan kejadian tersebut viral di media sosial dan sejumlah pemberitaan sejak Minggu, 19 April 2020, kemarin.

Mengetahui adanya peristiwa itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Hendra Gunawan, didampingi Dir Intelkam Polda Metro Jaya, Kombes Hirbak Wahyu Setiawan langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Salam damai. Semua sudah mencapai kesepakatan tanpa paksaan, dengan hitam di atas putih,” ujar Kombes Hendra kepada awak media, Senin, 20 April 2020.

Dalam proses mediasi antara Pak RT dan warganya itu, pihak kepolisian turut melibatkan NU dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Baca Juga

Pihak keluarga dari warga yang didatangi Pak RT itu sebelumnya hendak membawa masalah ini ke ranah hukum.

Arion, salah seorang keluarga tersebut mengatakan bahwa ayahnya berpikir ulang membawa masalah itu ke jalur hukum.

Ia pun mengharapkan kejadian serupa tidak boleh terulang lagi untuk ke depannya karena akan menimbulkan kebencian di tengah-tengah masyarakat.

Alhasil, pihak keluarga pun menahan diri tanpa memperpanjang masalah tersebut ke ranah hukum.

“Pelajaran bagi kita semua bahwa kasih adalah solusi terbaik dari setiap permasalahan. Stay safe buat kita semua, dan terus positif. Tuhan memberkati,” kata Arion.

“Sudah selesai dan menghasilkan kesepakatan yang baik,” sambungnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang Ketua RT dengan mengenakan pakaian muslim mendatangi rumah warga sambil mengamuk.

Menurut informasi yang dihimpun, Pak RT ini mengamuk ke warga tersebut lantaran warga yang rumahnya didatangi sedang melaksanakan ibadah online di rumah mereka sendiri.

Dalam video, tampak pria itu marah-marah kepada pemilik rumah tersebut dan melarang mereka melaksanakan ibadah di rumah.

Ia meminta agar warga di rumah itu segera membubarkan dan menghentikan ibadah online yang mereka lakukan.

Adapun warga yang didatangi rumahnya tersebut menjelaskan bahwa mereka hanya melaksanakan ibadah biasa di rumah mereka.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.