Kasus Video 15 Camat Diberhentikan, Danny: Bawaslu sudah Tepat

video camat makassar
Video Camat se-Makassar diduga mendukung Jokowi

Terkini id,Makassar – Setelah melewati proses penyelidikan Peran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kasus video 15 camat se Kota Makassar yang sempat beredar luas dan menggegerkan dunia maya diberhentikan.

Bawaslu beralasan video tersebut tidak memenuhi unsur untuk dinaikkan ke tahap penyidikan.

Menanggapai hal ini, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, keputusan Bawaslu sudah tepat. Pasalnya, menurut Danny, dalam video ke 15 camat yang dituding mendukung pasangan Capres Cawapres 01, Jokowi-Maruf tidak terdapat kata-kata penegasan dukungan.

“Mereka ke 15 Camat itu cuma menyebutkan namanya beserta jabatan dan bilang harga mati. Apa salahnya camat?,” ujar Danny di hadapan pewarta pada Senin 11 Maret 2019.

Menurut Danny warga dipaksa menggunakan kacamata politik dari video viral camat yang beredar tersebut, padahal video tersebut, kata Danny, ditujukan bukan untuk maksud tersebut.

“Bawaslu bagus sekali, sudah sangat fair. Mereka periksa sangat serius, termasuk saya juga diperiksa,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan setelah melalui pleno, kasus video 15 camat bersama mantan Gubernur Sulsel yang viral di media sosial tersebut dianggap tidak melanggar Undang-undang Pemilu.

Meski begitu, kata dia, pihaknya merekomendasikan kasus ini kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mengambil tindakan selanjutnya. Pasalnya, ada dugaan para camat tersebut melanggar aturan terkait netralitas ASN.

“Para camat itu tidak melanggar UU Pemilu. Tapi 15 camat yang diadukan itu diduga melakukan pelanggaran hukum lainnya, bukan hukum tentang Pemilu. Maka dari itu kami merekomendasikan kepada Komisi ASN untuk mengambil tindakan selanjutnya,” kata Arumahi

Berita Terkait