Katlyn: Kisah Menarik Mahasiswa Non-Muslim di UIN Alauddin Makassar

Katlyn: Kisah Menarik Mahasiswa Non-Muslim di UIN Alauddin Makassar

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar Katlyn, seorang mahasiswa non-Muslim, membagikan pengalamannya kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui wawancara eksklusif yang diterbitkan oleh Tabloid Washilah Edisi 121.

Dalam wawancara tersebut, Katlyn menceritakan alasan memilih UIN Alauddin Makassar, meskipun ia bukan seorang Muslim. Katlyn menjelaskan bahwa keputusannya untuk kuliah di UIN Alauddin Makassar didasarkan pada kondisi ekonomi yang terbatas dan minatnya dalam bidang Ilmu Perpustakaan.

Selain itu, ia memilih UIN Alauddin Makassar karena biaya kuliah yang terjangkau dan jaraknya yang dekat dengan kampung halamannya, memungkinkannya untuk mudik saat liburan.

Dia tertarik dengan program studi Ilmu Perpustakaan di UIN Alauddin Makassar karena ingin mengubah persepsi masyarakat tentang tugas pustakawan. Menurutnya, tugas pustakawan tidak hanya sebatas menyusun buku di rak, tetapi memiliki peran yang lebih luas.

Ia juga terinspirasi oleh kondisi perpustakaan di daerah pelosok yang memprihatinkan, yang mendorongnya untuk mempelajari bagaimana mengelola perpustakaan.

“Saya tertarik mempelajari Ilmu ini agar dapat mengubah cara pandang masyarakat yang beranggapan bahwa pustakawan itu kerjanya hanya menyusun buku pada rak buku,” kata Katlyn.

Dalam perjalanan awalnya di UIN Alauddin Makassar, Katlyn menghadapi situasi menarik saat teman-teman kampusnya mengajaknya untuk salat. Saat teman-temannya menawarkan salat, Katlyn menjawab bahwa ia tidak salat karena keyakinannya yang berbeda. Hal ini mengejutkan teman-temannya, tetapi Katlyn menjelaskan bahwa ia adalah seorang Katolik.

“Banyak momen di mana mahasiswa UIN kaget dengan keberadaan saya namun hal itu menjadi hiburan buat saya,” tuturnya.

Awalnya, ada pertimbangan pro dan kontra di kalangan keluarganya terkait keputusannya untuk kuliah di UIN Alauddin Makassar. Namun, ibunya memberikan izin dan mengatakan bahwa menuntut ilmu tidak selalu harus mengikuti agama orang lain.

Mahasiswi kelahiran Sukutukang Kabupaten Flores Timur itu menceritakan bahwa penting untuk menghargai perbedaan dan selalu saling mengasihi, meskipun terkadang ada rasa kecewa. Katlyn menjelaskan pemakaian jilbab tidak diwajibkan oleh pihak kampus.

Ketika ia memakai jilbab sebelum memulai perkuliahan, pihak kampus terkejut dan mengatakan bahwa belum ada aturan terkait pemakaian jilbab bagi mahasiswi non-Muslim.

Meskipun Katlyn tidak diwajibkan menghafal Al-Quran dan Hadis, ia tetap menyimak penjelasan dari teman-temannya. Ia melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memperluas wawasannya tentang keanekaragaman di Indonesia.

Meskipun menghadapi beberapa kendala selama kuliah, Katlyn mampu menghadapinya dengan sikap positif dan berusaha beradaptasi. Ia menghargai perbedaan dan belajar tentang keberagaman.

Baginya, keberadaannya sebagai minoritas bukanlah hambatan, tetapi memberikan pengalaman unik dalam menjalin hubungan sosial di kampus. Katlyn juga bersyukur telah mengenal banyak orang dan memahami makna toleransi melalui pengalamannya di UIN Alauddin Makassar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.