Kawula Muda Dominasi Hajatan Makassar Bersastra Pecandu Aksara

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar-Gemercik air mancur melengkapi maraknya hajatan akbar Pecandu Aksara berjudul Makassar bersastra, mengusung tema “Berliterasi di Januari” di Nipah Mall Makassar, Sabtu 18 Januari 2020. Pukul 11.00 sampai 17.00 Wita.

Selain lokasinya memang refresentatif, acara sendiri di dominasi anak-anak muda kreatif, memang diakui acara ini pas banget untuk kawula millenial. Tak kurang ratusan kawula muda baik datang sendirian maupun berpasangan berduyun-duyun memadati pusat acara.

Talkshow literasi menghadirkan pembicara-pembicara hebat dibidangnya, sebut saja, H Syamsu Rizal MI, (mantan Wakil Wali Kota Makassar Periode 2014-2019) topiknya, “Gerakan Literasi Makassar, Maju atau Mundur?”

Kemudian, Andi Muhammad Arham Basmin
(Ketua DPD KNPI Sulsel) mengulas, “Geliat Literasi Pemuda Era 4.0” pembicara selanjutnya, Ibnu Kuddamah (Ketua Harian PP IKA Ponpes Darul Aman Gombara), mengulik, “Peran Literasi Bagi Santri” dan Rezky Amalia Syafiin (Duta Baca Sulsel) mengangkat topik “Apa Kabar Budaya Membaca?”

Selain itu, Makassar Bersastra pecandu aksara diisi berbagai lomba, yakni lomba baca puisi, lomba resensi buku hingga kompetisi nulis blog.

Hiburan menghadirkan spesial penampilan dari Sanji, Briptu Fachry (SUCA 2 Indosiar) Benang Merah, Senar Sunyi dan Aksara Merdeka menambah suasana kian marak.

Menurut Fachri Djaman yang tercatat sebagai pendiri komunitas pecandu aksara, memilih Mall, khususnya di Nipa Mall karena sasaran utamanya memang pengunjung.

“Kegiatan ini kita buat memang untuk masyarakat, selain itu untuk menyalakan budaya literasi juga memperkenalkan komunitas pecandu aksara kepada warga Kota Makassar, yang paling utama itu adalah bagaimana mengkampanyekan budaya literasi di tengah-tengah masyarakat Makassar,” ujar Fachri.

Lebih lanjut, Fachri menuturkan, kita tahu bahwasanya budaya literasi sekarang ini agak sedikit redup, ya lebih banyak budaya-budaya entertainer, budaya-budaya hedonis yang kemudian beredar di kalangan masyarakat khususnya warga Makassar.

Olehnya itu, Fachri mengajak kawula muda untuk mau berusaha bagaimana menyampaikan kepada masyarakat bahwasannya di samping budaya-budaya tadi, masih ada budaya literasi yang sampai saat ini masih hidup, itulah kemudian acara Makassar bersastra dilakukan oleh pecandu aksara.

Fachri Djaman mendorong anak-anak muda untuk mendirikan komunitas serupa, keberadaan komunitas-komunitas tersebut bukan saingan namun sebagai kolaborasi.

Pendukung acara, Makassar Terkini, PTC Indonesia, MIB Indonesia, Apa Kabar Kampus, Forum Lingkar Pena (FLP), Rumah Kata, Aksara Merdeka, Senar Sunyi Benang Merah, Sanji, Makassar Creative Community Network (MCCN), Klinik Laksana, MJ Education, Makassar Event, Makassar Infoku, Gerakan Admin Sulsel (GAS).

Komentar

Rekomendasi

Pilkada Bulukumba, Berikut Pesan Petinggi Kementerian Agama Terhadap ASN

Baksos Wujud Kedekatan Personil Polsek Bajeng dengan Masyarakat

IZI Sulsel Adakan Seleksi Beasiswa Pelajar untuk Pelajar SMK di Gowa

KPPN Makassar I Apresiasi Kinerja Pelaksanaan Anggaran P3E Sulawesi Maluku

Kapal Latih SMKN 3 Kemaritiman Selayar Kembali Berlabu Normal Di Darmaga Pattumbukang, Kabupaten Selayar

H Ali Yafid Puji Adaptasi Para Kasi di Kementerian Agama Kab. Bulukumba

Dirjen PHU Kemenag RI : Masuk Gedung Ini, Keluar Sudah Punya Nomor Porsi

Kakanwil Kemenag Sulsel Harap Gedung Layanan Haji dan Umrah Wajo Dimanfaatkan Maksimal Layani Umat

Bangga Jadi Yang Pertama di Sulsel, Ini Kata Bupati Wajo Ke Dirjen PHU Kemenag

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar