Terkini.id, Bandung – Irjen Pol. Ahmad Dofiri, Kapolda Jawa Barat menyatakan bahwa pihaknya telah memulai olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian kecelakaan bus pariwisata di Kabupaten Sumedang, Jabar.
Oleh karena itu, sejauh ini kepolisian belum dapat memberikan banyak informasi terkait detail penyebab terperosoknya bus tersebut ke dalam jurang.
“Belum bisa saya sampaikan sekarang karena olah TKP masih belum selesai. Nanti akan secara keseluruhan, hasilnya besok atau lusa,” kata Ahmad Dofiri di lokasi kecelakaan pada Kamis, 10 Maret 2021, dilansir dari Antara News.
Namun, ada beberapa dugaan seputar kecelakaan tersebut.
Ahmad menyebut bahwa jalur alternatif Garut-Sumedang via Wado yang menjadi lokasi kecelakaan maut bukan untuk kendaraan besar seperti bus.
- Truk Tangki Pertamina Kecelakaan Menewaskan 1 orang di Tanah Putih Semarang, Pertamina Turun Tangan
- Naas! Niat Berlibur, Bus Berisi Siswa SD di Tasikmalaya Masuk Jurang, 3 Penumpang Tewas
- Pengemudi Mobil Mercedes-Benz Tabrak Ojol, Warganet: Kebanyakan Ojol yang Bawa Motor Sambil Liat Hape
- Putra Gubernur Kaltara Tewas, Korban Kecelakaan Tunggal di Jakarta
- Begini Kondisi Ganjar Pranowo Usai Mengalami Kecelakaan
“Setahu saya jalan ini memang tidak untuk bus besar seperti ini,” ungkap Ahmad.
Menurutnya, jalur itu sempat ramai digunakan ketika Jalur Lingkar Nagreg masih belum selesai dibangun beberapa tahun silam. Jalur itu memang sedianya menjadi jalur alternatif yang menghubungkan antara jalur selatan menuju jalur utara dari wilayah Priangan Timur Jawa Barat, atau sebaliknya,
“Yang biasa dipakai waktu (lingkar) Nagreg belum beres, ini alternatif pengalihan Nagreg bisa melalui Wado,” katanya.
Selain itu, Ahmad juga meyakini bahwa sopir bus pariwisata tersebut tidak memahami jalur yang akan dilewatinya.
Hal ini karena bus reguler jarang yang menggunakan jalur alternatif tersebut.
“Ini kelihatannya tidak terbiasa, ‘kan bus pariwisata, artinya bukan bus regulernya, saya yakin tidak paham juga bahwa jalurnya untuk kendaraan biasa,” katanya.
Seperti diketahui, sejak kecelakaan tersebut diberitakan, korban terus bertambah jumlahnya.
Sejauh ini, Tim SAR bersama unsur kepolisian dan yang lainnya sudah mengevakuasi seluruh korban dari bus tersebut.
Dari catatan Basarnas Jawa Barat, sebanyak 27 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, sedangkan 39 orang lainnya berhasil selamat meski mengalami luka-luka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
