Oleh: Dewi Setiawati
Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan,
Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar
Suatu sore di ruang praktik, saya kedatangan pasangan suami istri yang cukup senior, berbeda dari biasanya. Sang bapak berambut putih rapi, tampak tenang. Sang ibu, sepertinya usia 40-an.
Saya agak heran, tumben ada pasien seusia ibu ini yang datang ke poli kandungan ….
“Selamat sore, Bapak, Ibu. Ada yang bisa saya bantu?” sapa saya ramah seperti biasanya.
Sang ibu tersenyum kaku dan sedikit takut. “Dok, saya sudah telat haid empat bulan. Saya mungkin sudah menopause yaa. Jadi mau periksa aja, siapa tahu butuh suntikan hormon.”
Saya pun melakukan USG. Dan, saya sampai mengerjap dua kali. Di layar terlihat jelas, janin!. Saya pun menoleh ke arah ibu itu.
- Studium Generale di Unismuh, Wamendiktisaintek Tekankan Mutu, Akses, dan Relevansi
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
“Ibu, Selamat ya. Ibu sedang hamil.”
Hening sejenak.
Sang ibu kaget, mulutnya menganga. Sementara sang suami justru tersenyum bahagia, bahkan mengangkat tangan seperti sujud syukur.
“Alhamdulillah, dok! Doa saya terkabul. Semoga cewek ya, dok. Anak kami bertiga sebelumnya laki semua.”
Saya ikut tersenyum. Tapi di balik itu, saya tahu betul bahwa kehamilan di atas usia 40 tahun itu penuh tantangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
