Terkini.id, Jakarta – Insiden pemukulan pasangan suami istri (pasutri) di Gowa oleh oknum Satpol PP berbuntut pada kehamilan korban yang diperdebatkan.
Sebagaimana diketahui, dalam video viral yang beredar, Ivan mengatakan bahwa istrinya, Riyana, tengah hamil.
Namun, pihak RS tempat sang korban justru beranggapan bahwa Riyana tak hamil hingga membuat ia harus membeberkan pengakuan mengejutkan soal kehamilannya yang katanya memang di luar nalar manusia.
Meski banyak yang menganggapnya berbohong, sebagian netizen justru percaya lantaran pernah terlibat dalam kasus kehamilan serupa yang disebut-sebut ada unsur mistisnya sehingga memang tak dapat dideteksi dengan pemeriksaan medis.
Nah, dilansir terkini.id dari tribunnews pada Minggu, 18 Juli 2021, belum lama ini Ivan membagikan unggahan di media sosial miliknya terkait kehamilan sang istri yang menurutnya bisa dijadikan sebagai bukti.
Ia bahkan dengan berani berbicara soal sejumlah live alias siaran langsung di akun Facebook-nya yang memang menunjukkan keadaan istrinya tengah mengandung.
Ivan mengunggah foto Riyana saat baru menikah (baju kuning) dan yang terbaru (baju hitam) seraya menuliskan keterangan seperti berikut:
Banyak di luar mengatakan saya mengaku-ngaku istri saya hamil waktu di live hanya untuk mengambil simpati dan menyebarkan hoax. Kalian Bisa lihat live-live kami sebelum nya.
Awal-awal kami baru-baru sudah menikah itu kami sudah umumkan bahwa istri saya hamil, kalian bisa melihat sendiri foto yg ada di bawah. Baju kuning itu waktu saya bulan madu di Jogja dan baju hitam di foto itu blom lama di ambil di makam raja-raja tallo.


Dan bukan itu jadi permasalahan kami, yg kami laporkan tindak penganiayaan nya terhadap kami berdua apalagi dia laki-laki memukul istri saya seorang wanita, kalian yg menilai sendiri.
Sementara itu, Riyana juga tampak menulis curhatan cukup panjang di media sosialnya seperti berikut:
*Kesedihan (jangan) Lagi*
Tuhan, aku sangat percaya engkau Maha Mengetahui dan Melihat
Sebab itu, keadilan dan kebenaran cukup engkau yang menyatakan
ribuan orang menghakimiku seolah aku sedang merangkai kebohongan
sementara ia tak melihat perjuangan hidupku yang kuarungi memungut harapan
Mereka menganggap bahwa aku sedang menangis palsu
Sementara ia tak melihat ratapanku setiap malam untuk menjaga mimpi keluargaku
Hidup tidak setengah-setengah saja
Lukaku mungkin masih bisa kutelan pahit-pahit
Tapi jangan hakimiku seolah aku sedang merumuskan keburukan.
Aku hanya ingin menghapus airmataku dengan tangan-tangan yang membelaku
Itu karna cukup aku saja mendapat kesakitan dari mereka yang katanya sayang
Mereka hanya tahu tertawa Tapi ia tak tahu merasa
Mereka seolah menganggap biasa-biasa saja Tapi ia tak tahu betapa banyak orang sedang menahan lapar
Kesedihan (jangan) lagi.
Cukup hidup dinikmati sebagai bagian dari rangkaian ujian
Keabadian tidak di tempat ini, tidak di dunia yang punya sengketa.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
