Emosi Pakaiannya Ditegur Sekda Gowa, Korban Pemukulan Oknum Satpol PP: Yang Masuk Neraka kan Saya Sendiri!

Emosi Pakaiannya Ditegur Sekda Gowa, Korban Pemukulan Oknum Satpol PP: Yang Masuk Neraka kan Saya Sendiri!

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Mungkin tak banyak yang tahu, tetapi sebelum pemukulan oleh oknum Satpol PP terjadi, rupanya sang korban sudah lebih dulu emosi ketika pakaiannya ditegur oleh salah satu petugas penertiban yang merupakan Sekda Gowa.

Pasalnya, ia didatangi malam-malam di warkop alias warung kopi miliknya yang sekaligus menjadi rumah huniannya ketika teguran tersebut dilayangkan.

Dalam artian, secara logika tentu saja berpakaian santai dan sedikit terbuka merupakan suatu hal yang wajar karena tengah berada di rumah sendiri, terlebih saat itu warkop Riyana tak sedang beroperasi.

Seperti diketahui, sang korban yang bernama Riyana Khastury hingga kini masih dirawat di rumah sakit usai insiden pemukulan yang dialaminya saat razia PPKM darurat pada Rabu malam lalu, 14 Juli 2021.

Setelah video pemukulan itu viral, belakangan beredar video sebelum Riyana dan suaminya dipukul oleh oknum bernama Mardani Hamdan.

Baca Juga

Dilansir terkini.id dari Indozone pada Minggu, 18 Juli 2021, saat itu, Riyana dan suaminya, Ivan, sedang live Facebook.

Namun, tiba-tiba saja petugas gabungan masuk ke dalam warkop mereka yang kala itu pintunya memang dibiarkan dalam kondisi sedikit terbuka meski sudah sudah tutup dan tak lagi melayani pelanggan.

Salah seorang petugas, seorang perempuan, yang diketahui adalah Sekda Gowa lantas mempermasalahkan pakaian seksi yang dipakai Riyana.

Petugas berjilbab biru dalam video yang hingga kini masih viral di media sosial tampak risi melihat Riyana yang berpakaian sedikit terbuka ketika dikunjungi.

Padahal, saat itu korban sudah menyuruh anggotanya untuk segera mengambilkan daster lantaran mendapat ‘tamu’ tak terduga yang tiba-tiba datang ke warkop sekaligus rumahnya.

Ditegur begitu, Riyana yang katanya saat itu sedang tidak enak badan kontan saja langsung naik pitam.

“Kenapa dengan pakaian saya? Jangan dibahas pakaian saya. Ini kan bahas Covid, bukan pakaian saya!” semprot Riyana.

“Anda kan datang ke sini untuk Covid, bukan pakaian saya,” sambungnya.

“Bukan gitu. Saya kan cuma mengingatkan. Kalau bisa, pakaiannya lebih tertutup,” kata petugas itu.

“Yang masuk neraka kan saya sendiri karena pakaian saya,” sewot Riyana lagi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.