Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar Abdul Rahman Bando menilai guru kontrak punya peranan penting dalam menutupi kekurangan tenaga pengajar ASN yang ada di Kota Makassar.
Pasalnya, dari hasil temuannya, Dinas Pendidikan kekurangan 1.459 guru untuk Sekolah Dasar (SD), sementara 492 guru tingkat SMP telah tertutupi dengan guru kontrak.
“Kalau tidak ada mereka, (Sistem pengajaran) bukan lagi pincang tapi memang tidak bisa berjalan,” ujar Abdul Rahman di hadapan pewarta di kediaman Wali Kota Makassar, Senin 4 Maret 2019.
Mantan kepala Dinas Pertanian dan Perikanan ini mengeluhkan kurangnya tenaga pengajar yang menjadi pegawai ASN sehingga beberapa pelajaran tidak bisa berjalan dengan semestinya.
“Nah, yang masalah sekarang guru kontrak belum diperpanjang, ini yang membuat sedikit ada kegelisahan. Belum tahu kapan ada tanda tangan perpanjangannya,” tukasnya.
Dinas Pendidikan Makassar bakal gabungkan beberapa sekolah
- Disdik Makassar Bagikan 5 Ide Kegiatan Bermanfaat untuk Isi Libur Lebaran
- Dinas Pendidikan Kota Makassar Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- Pastikan Dana BOP Tepat Guna, Disdik Makassar Lakukan Monitoring di PKBM
- Tingkatkan Mutu Pendidikan, Disdik Makassar Gelar Sosialisasi TKA Jenjang SMP
- SMP Favorit Diserbu, Disdik Makassar Atur Ulang Distribusi Siswa
Menurut Abdul Rahman Bando, Dinas Pendidikan sedang menyusun laporan akhir untuk diajukan ke Wali Kota untuk ditetapkan.
Dia juga mengatakan akan menggabungkan beberapa sekolah karena kekurangan siswa. Menurutnya sistem pengajaran yang normal, satu kelas berisi 28 siswa.
“Normalnya satu kelas 28 orang, realitasnya ada 10 orang,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa itu tidak akan mengganggu keberlangsungan Ujian Nasional, memang sekolahnya akan digabungkan.
Ketika ditanya soal pengesahan ijasah ketika sekolah dilebur, dia mengatakan bahwa itu bisa diurus di Dinas Provinsi.
“Yang penting berakhir di ijazah, jadi tidak akan jadi masalah. Sekarang bisa sahkan ijazah di dinas provinsi,” pungkasnya.
Sementara untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kepulauan, kata dia, beberapa daerah akan digabungkan karena ketersediaan jaringan yang paling utama dari UNBK dan sumber listrik.
“Lebih 100 siswa akan bergabung ke sekolah lain dan itu sudah diatur. 45 SMP ada di pulau, 6 ada di pulau, 2 bisa mandiri dan 4 digabungkan di sekolah lain,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
