Terkini.id, New York – Menyikapi tingginya kematian akibat virus covid-19 di Amerika Serikat, sejumlah tokoh agama bertemu secara virtual. Salah satu di antaranya adalah Imam Islamic Center New York, Syamsi Ali.
“Pada Senin kemarin, kami para Pimpinan agama di kota New York melakukan pertemuan secara virtual untuk menyikapi jumlah kematian karena Corona yang hampir memasuki angka 100.000 (seratus ribu). Dan pagi ini telah menembus angka 100.000 lebih,” terang Syamsi Ali melalui keterangannya yang diterima terkini.id.
Dalam pertemuan tersebut, terang dia, disepakati bahwa pada Selasa 26 Mei, pukul 1 siang, agar dilakukan pemanggilan kepada peribadatan.
“Di gereja-gereja akan dibunyikan lonceng gereja sebanyak 100 kali, di masjid-masjid akan dikumandangkan azan, dan di sinagog-sinagog dilakukan peniupan trompet. Demikian pula di rumah-rumah ibadah lainnya sesuai tradisi masing-masing,” Syamsi yang merupakan putra Bulukumba Sulawesi Selatan itu.
Tujuan dari kegiatan tersebut, kata dia, untuk mengingatkan manusia sekitarnya akan kuasa Tuhan, sekaligus pentingnya untuk membangun kembali semangat “ubudiyah” atau penyembahan kepada Yang Maha Kuasa.
- Honda Hype School Asmo Sulsel Gaungkan Pesan Safety Riding #Cari_Aman di Kalangan Pelajar
- Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah
- Norden Puji Standar Keselamatan PJM, Sebut Layanan Pandu Tunda Andalkan Komunikasi Efektif
- Golf Internasional SSAO Series 4 Digelar di Padivalley Gowa September 2026, Pegolf dari 13 Negara Siap Berlaga
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Imbau Warga Bone Waspadai Informasi Tidak Resmi soal Pembatasan BBM
Untuk itu pada Selasa siang kemarin, bersamaan dengan masuknya waktu sholat Zhuhur di kota New York, Imam Syamsi Ali secara khusus mengumandangkan azan di luar masjid dengan pengeras suara yang dapat didengar hingga 4-5 blok.
“Kumandang azan ini juga disiarkan secara langsung (live) oleh Islamic TV USA dan FB live secara serentak.
Harapan kita tentunya semoga panggilan azan ini dimaknai sebagai panggilan hati untuk lebih tawadhu kepada Pencipta langit dan bumi. Sekaligus mengingatkan manusia bahwa dalam kelemahan dan keterbatasan mereka, Allah Yang Maha Kuat dan tiada batas selalu berada di atas sana untuk menolong hamba-hambaNya,” katanya.
Dengan panggilan azan ini juga sekaligus sebagai bentuk harapan dan doa kiranya Dia yang menguasai alam semesta, Yang di TanganNya terletak segala kekuasaan kiranya mengangkat segera wabah yang menimpa dunia kita dan telah mengorbankan begitu banyak manusia.
Untuk diketahui, Jamaica Muslim Center adalah salah satu Komunitas Muslim terbesar di kota New York khususnya dan di Amerika umumnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
