Kemenag RI dan Baznas Resmikan Desa Kahayya Bulukumba sebagai Kampung Zakat 

Kemenag RI dan Baznas Tetapkan Desa Kahayya Bulukumba sebagai Kampung Zakat

Terkini.id,Bulukumba – Bulan September ini bukan hanya dikenal sebagai bulan yang ceria tetapi juga membawa kabar baik penuh kegembiraan. Pasalnya, salah satu daerah di Sulawesi Selatan tepatnya di Desa Kahayya Kecamatan Kindang Bulukumba kini ditetapkan sebagai lokasi program Kampung Zakat oleh Kementerian Agama RI bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional RI.

Kehadiran Kampung Zakat tersebut ditandai dengan pemukulan gong disertai dengan  yang dilakukan oleh Sekretaris Dirjen Bimas Islam Kemenag, Tarmizi Tohor dengan pemukulan gong disertai penandatanganan plan peluncuran Kampung Zakat Desa Kahayya sudah dimulai.

Peluncuran itu disaksikan langsung Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba bersama jajaran Kementerian Agama, Baznas Kabupaten/Kota Sulawesi Selatan beserta ratusan undangan yang hadir di Lapangan Futsal Desa Kahayya.

Menurut Komisioner Baznas RI, Nana Mintarti, Desa Kahayya adalah titik ke 12 dari Kampung Zakat yang dilaunching sejak tahun 2018 yang lalu. Program Kampung Zakat ini dimulai sejak tahun 2018 yang lalu di tujuh titik di Indonesia.

“Selanjutnya tahun 2019 kembali menetapkan sebanyak tujuh titik berikutnya, dimana Desa Kahayya merupakan titik yang ke-12,”ujarnya.

Dikatakannya, sebelum memulai Kampung Zakat ini, pihaknya terlebih dahulu melakukan assesment. Baznas, kata Nana punya satu indeks yang disebut Indeks Desa Zakat yang nilainya dari 0 sampai 1. Kalau mendekati 0 artinya desa tersebut layak dibantu.

“Nah, Desa Kahayya ini memiliki indeks 0,38, artinya memang Desa Kahayya ini kita prioritaskan sebagai Desa Kampung Zakat karena indeksnya mendekati 0,” beber Nana Mintarti dalam sambutannya.

Dalam mengukurnya, lanjut Nana, ada empat dimensi yaitu dimensi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dimensi sosial kemanusiaan dan dimensi dakwah. Ternyata dari beberapa dimensi itu, yang paling rendah nilainya adalah dimensi ekonomi, kesehatan dan pendidikan, yang nilainya di bawah 0,5. Dimensi sosial kemanusiaan nilainya 0,48 dan dimensi dakwah 0,53.

“Kita akan melakukan pemberdayaan ekonomi. Kita menemukan banyak potensi di desa ini, misalnya di sektor pertanian perkebunan. Kita bisa membuat wadah ekonomi masyarakat. Semoga program ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pintanya.

Sementara itu Tarmizi Tohor mengemukakan bahwa program zakat ini harus ada karya nyata dalam melakukan pemberdayaan zakat. Olehnya itu perlu kita perlihatkan kepada orang yang mampu bahwa zakat yang mereka bayar tersebut sangat bermanfaat bagi warga yang membutuhkan.


Kemenag RI dan Baznas Tetapkan Desa Kahayya Bulukumba sebagai Kampung Zakat

Dirinya melihat bantuan yang diberi melalui zakat sampai hari ini tidak ada satu pun yang rugi namun bahkan berkembang, baik itu peternakan, perikanan dan sebagainya melalui program zakat produktif.

“Tapi sebaliknya bantuan yang berasal dari APBN atau APBD kadang-kadang lenyap karena masyarakat pikir bantuan APBD dosanya sedikit. Beda kalau bantuan dari Baznas, pikirannya jika disalahgunakan maka neraka ganjarannya. Makanya tidak ada yang rugi, malah berkembang terus dari bantuan zakat produktif yang kita berikan,” bebernya.

Bupati AM Sukri Sappewali menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dipilihnya Desa Kahayya sebagai Kampung Zakat. Dengan sinergi dari berbagai pihak, kata AM Sukri Sappewali, desa terpencil dan terluar itu akan lebih berkembang.

Dirinya optimis Desa Kahayya ini dapat berkembang dengan baik, oleh karena  wilayah desa ini memiliki beberapa obyek wisata alam serta memiliki komoditas Kopi Kahayya, yang dari waktu ke waktu semakin terkenal.

“Semoga Kampung Zakat ini akan menjadikan warga masyarakatnya sejahtera, dan ke depan tidak lagi menjadi penerima zakat, namun menjadi pemberi zakat,” pinta AM Sukri Sappewali yang diamini oleh para hadirin.

Turut hadir dalam Launching Kampung Zakat di wilayah berketinggian 1.400 MDPL ini diantaranya, Nurfajriah dair Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, H.M Fuad Nasar.

Berita Terkait