Terkini.id, Jakarta – Kabar baik datang dari perang antara Rusia dan Ukraina. Pada Sabtu 2 April 2022, Ukraina telah memenangkan dan memiliki kembali kota Kyiv dari Tentara Militer Rusia.
Dilansir dari halaman kompas.com pada Minggu 3 April 2022, Ukraina mengatakan kepada wartawan bahwasanya pasukan militer Rusia telah mundur dari wilayah Kyiv tersebut.
Kondisi Kyiv seperti yang diberitakan oleh media asing AFP Sabtu 2 April 2022 sangat memprihatinkan. Terdapat dugaan bahwa telah terjadi pembunuhan masyarakat sipil di Kyiv, Ukraina.
Wartawan AFP pun mengaku melihat banyaknya tumpukan mayat bergeletakan di sepanjang jalan kota Bucha yang berlokasi dekat dengan Kyiv.
Lebih lanjut lagi, wartawan tersebut menggambarkan bahwa ia memperkirakan sekitar 20 mayat yang terletak di sepanjang jalan kota Bucha, Ukraina.
- Jurnalis AS Tucker Sebut Putin Terluka dan Marah Oleh Penolakan Barat
- Putin Sebut Xi Jinping Sebagai Sahabat Terkasih dan Berharap Berkunjung ke Moskow
- Putin Ungkap Tidak Akan Menyerah Pada Upaya Barat Gunakan Ukraina Untuk Hancurkan Rusia
- Rusia Tembakan Rudal Jelajah ke Beberapa Kota di Ukraina Selama Jam Sibuk
- Undang-Undang Telah Ditandatangani Presiden Rusia, Putin Larang Kripto dan NFT sebagai Alat Pembayaran
Kondisi dari mayat tersebut adalah ada tubuh yang terikat satu tangannya serta seorang fotografer yang selama ini tidak diketahui keberadaannya ternyata ia sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kota tersebut.
“Semua orang ini ditembak,” kata Wali Kota Bucha Anatoly Fedoruk kepada AFP pada Sabtu 2 April 2022 waktu setempat.
Sang Wali Kota juga menambahkan bahwa 280 mayat lainnya telah dimakamkan di kuburan massal kota Bucha yang berbatasan langsung dengan Kyiv.
Namun perlu diketahui, kemenangan pertama Ukraina dari Rusia ini bukan menandakan bahwa Presiden Putin akan segera mengakhiri invasinya.
Diperkirakan untuk saat ini Rusia sedang berpikir atau memiliki taktik perang yang baru. Rusia saat ini memfokuskan diri untuk menguasai secara penuh bagian selatan dan timur Ukraina. Sampai saat ini Rusia masih menjadi penguasa penuh wilayah tersebut.
“Rusia memprioritaskan taktik yang berbeda, yakni mundur ke timur dan selatan,” kata Penasihat Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak.
Mykhaylo Podolyak juga menyatakan bahwa tanpa kepemilikan senjata berat, Ukraina tidak akan bisa mengusir Rusia.
“Tanpa senjata berat kami tidak akan bisa mengusir (Rusia),” terangnya.
Kemenangan pertama atas Rusia ini merupakan kemajuan setelah lima minggu invasi yang terjadi di Ukraina.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Presiden Putin memerintahkan pasukan militernya untuk menyerang Ukraina pada Kamis 24 Februari 2022 lalu.
Hingga bulan April ini sekitar 20.000 orang diperkirakan telah tewas dalam perang antara Ukraina dan Rusia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
