“Melalui Musrenbang, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan usulan yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah,” jelasnya.
Rendy menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengintegrasikan partisipasi masyarakat ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah monitoring dan evaluasi.
“Jika sudah terintegrasi dalam SIPD, pemerintah pusat maupun daerah dapat dengan mudah memantau usulan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat mengaksesnya sebagai bentuk transparansi pembangunan dan keuangan daerah,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengakui tidak semua usulan dapat diakomodasi. Prioritas pembangunan tetap disesuaikan dengan kebutuhan daerah, kapasitas anggaran, serta keselarasan dengan pelayanan publik.
- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Dikabarkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
- Marak Geng Motor, Ketua Umum Matadoor Desak Polrestabes Makassar Bertindak Tegas
- Ditjenpas Bentuk Tim Investigasi Usai Ombudsman Temukan Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
- Bupati Jeneponto Lantik Anggota BPD Masa Bakti 2026-2034
- Komitmen Tak Intervensi Proses Hukum Bupati Gowa, Sikap Fadil Imran dan Keluarga Patut Diapresiasi
Di sisi lain, Direktur Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan Anak (KPPA) Bappenas, Qurata Ayun, mengapresiasi langkah Kemendagri dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Pedoman ini disusun secara kolaboratif, termasuk melibatkan Bappenas, untuk memastikan suara kelompok rentan seperti perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat adat dapat terakomodasi,” ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan ini akan meningkatkan ketepatan sasaran program pembangunan sekaligus memperkuat efektivitas dan dampaknya bagi masyarakat.
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan dalam implementasi di daerah. Keterbatasan anggaran menjadi kendala dari sisi pemerintah daerah, sementara dari sisi kelompok rentan masih terdapat hambatan akses dan kapasitas dalam menyampaikan aspirasi.
“Ada isu kapasitas yang perlu kita perkuat, baik dari sisi sistem maupun kemampuan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
