Makassar Terkini
Masuk

Kemenkes Sebut Sinyal Pandemi Akan Segera Berakhir, Benarkah?

Terkini.id, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI sampaikan kabar baik untuk warga Indonesia terkait kasus covid-19 saat ini. Pasalnya jumlah kasus covid kian hari kian menurun di Indonesia.

Hal ini dapat dibuktikan dari total bed occupancy rate COVID-19 secara nasional pada hari Sabtu 26 Februari 2022 berada di 36 persen, turun dari angka sebelumnya pada Jumat 25 Februari 2022 di 37 persen.

Kemudian di sisi lain kasus harian Covid-19 pada dua hari terakhir tak lagi melampaui puncak kasus Delta.

Per tanggal 26 Februari 2022 pasien covid tercatat mencapai 46.643 sedangkan di hari sebelumnya mencapai hingga 49.477 pasien.

Dari data yang didapatkan, hal ini bisa dikatakan sebagain tanda-tanda perbaikan dari pandemi Covid-19 di Indonesia.

Sebagai informasi puncak kasus Covid-19 varian Delta pada Juli lalu dilaporkan sebanyak 56.757 kasus.

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan hal ini menunjukkan perbaikan Covid-19 di Indonesia, dan ia juga meyakini Indonesia bisa semakin dekat ke endemi.

“Beberapa indikator pengendalian Covid-19 terus menunjukkan perbaikan. Ini merupakan hasil dari kerja sama kita bersama untuk dapat mengendalikan pandemi, memutus mata rantai penularan COVID-19 dan menuju era endemi Covid-19,” kata dr Siti Nadia Tarmizi M Epid, seperti dikutip dari Detik.com.

Lebih lanjut dr Nadia menjelaskan pasien covid dengan gejala parah adalah mereka yang belum menerima vaksinasi lengkap.

“Kita ketahui bahwa pasien dengan gejala terparah dan berisiko meninggal adalah mereka yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap, atau belum divaksinasi sama sekali,” jelas dr Nadia.

“Ditambah dengan golongan lanjut usia dan memiliki riwayat komorbid semakin memperbesar risiko bergejala berat hingga kematian akibat infeksi Covid-19.” lanjutnya.

Untuk itu, pemerintah akan terus berupaha untuk mempercepat cakupan vaksinasi, salah satunya dengan mengurangi interval pemberian vaksinasi dosis primer dan lanjutan menjadi 3 bulan bagi lansia dan masyarakat umum usia di atas 18 tahun.