Terkini.id, Jakarta – Setelah kemunculan varian baru dari coronavirus (COVID-19) yakni Omicron dengan jumlah mutasi yang begitu besar, kini para ilmuwan mengidentifikasi varian yang lain.
Secara global, para ilmuwan mempertimbangkan varian baru, mereka mengindikasikan bahwa Omicron adalah varian Covid yang paling mengkhawatirkan sejak Delta karena tingkat penularannya yang tinggi.
Sesuai laporan AFP pada Jumat, 24 Desember 2021, jumlah kasus Covid meningkat hampir seperlima di seluruh dunia minggu ini.
Tren baru-baru ini serta peningkatan kasus yang begitu tajam sebagian besar dipicu oleh Omicron yang merupakan ‘varian yang harus diperhatikan.’
Di tengah meningkatnya kasus tersebut, istilah baru ‘Delmicron’ menjadi viral sehingga masyarakat mencoba mencari tahu hal-hal detail mengenai Delmicron tersebut. Oleh karena itu, berikut fakta-fakta Delmicron seperti yang Wion News rangkum.
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Terawan Sebut Pengguna Vaksin Nusantara Tidak Perlu Booster, Netizen: Lawannya Politik Susah Pak
- Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli
- Jelang G20, Airlangga Singgung Kesiapan Pendanaan Global Agar Pandemi Tak Terulang
- Meski Covid-19 Terkendali, Airlangga Ungkap PPKM Tetap Diperpanjang Usai Lebaran
Apa itu ‘Delmicron’?
Nama ‘Delmicron’ telah digunakan oleh beberapa orang dalam ikatan medis untuk menunjukkan adanya kombinasi varian Delta dan Omicron.
“Delmicron atau lonjakan virus kembar Delta dan Omicron telah menyebabkan kasus tsunami mini di Eropa dan juga AS,” kata dr. Shashank Joshi seperti dikutip oleh surat kabar populer India, The Times of India.
Apakah ‘Delmicron’ merupakan varian baru?
Bukan, ‘Delmicron’ bukanlah varian atau bahkan mutasi baru. Seperti dikutip dari TOI, dokter mengatakan bahwa ‘Delmicron’ adalah kombinasi dari lonjakan protein dari kedua jenis varian yaitu Delta dan Omicron.
Bisakah Delta dan Omicron berkombinasi?
Data wal varian Omicron menunjukkan ia lebih mampu tahan terhadap vaksin dan lebih menular daripada varian Delta. Hal inilah menyebabkan sejumlah negara di seluruh dunia mulai menyarankan untuk tidak bepergian ke luar negeri dulu.
Baru-baru ini, kepala petugas medis Moderna Paul Burton mengatakan “pasti” kemungkinan Omicron dan Delta dapat bekerja sama dan menciptakan ketegangan baru yang berbahaya.
Seorang ahli juga mengatakan bahwa ada kemungkinan Delta dan Omicron dapat bertukar gen dan memicu timbulnya varian baru, yang bahkan bisa lebih mematikan. Peristiwa ini secara ilmiah disebut ‘peristiwa rekombinasi’.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
