Terkini.id, Jakarta – Viral di media sosial anggapan netizen yang menilai bahwa tidak ada pasien meninggal murni karena virus corona atau Covid-19.
Menurut anggapan yang beredar, pasien yang disebutkan meninggal karena corona tidak murni akibat virus itu, melainkan karena penyakit bawaan yang mereka derita.
“Tidak ada orang yang meninggal murni karena covid-19 dikarenakan di dalam tubuhnya ada beraneka macam virus dan bakteri yang sudah masuk terlebih dahulu jauh hari sebelum corona masuk…,” tulis salah seorang netizen di Facebook.
“Jika ada ribuan orang yang meninggal karena Corona, itu artinya sebelum corona Datang sudah ada ribuan macam virus yang menyerang orang-orang tersebut. Sehingga ketika corona datang, antibodi di tubuhnya sudah tidak bisa mengantisipasi lagi,” tulisnya lagi.
Menanggapi anggapan tersebut, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) angkat bicara.
- Menteri Kesehatan RI: Campak Jauh Lebih Menular Daripada COVID-19
- Waspada Lonjakan Kasus COVID-19, Kemenkes Instruksikan Pemda dan Faskes Siap Siaga
- Waspadai Covid-19, Tingkat Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit Meningkat
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Sejumlah Negara Perketat Pintu Masuk Untuk Turis Dari China
Dokter Agus menjelaskan bahwa anggapan itu tidak benar.
Menurutnya, secara fakta di lapangan ada pasien positif virus Corona yang meninggal dunia tanpa penyakit bawaan sebelumnya.
“Harus diluruskan. Fakta-fakta kasus kematian pasien COVID-19 itu ada,” kata dr Agus, Senin, 8 Juni 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Adapun seperti dilansir dari situs covid19.go.id, sebanyak 97,7 persen dari 1.851 pasien Corona yang meninggal di Indonesia per Minggu, 7 Juni 2020, berstatus tidak memiliki data lengkap atau tanpa kondisi penyerta.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, dari Omni Hospitals Pulomas berpesan masyarakat tidak boleh lengah.
Alasannya, kata dr Dirga, karena jumlah kasus Corona yang dilaporkan di Indonesia setiap hari masih belum menunjukkan penurunan yang stabil.
“Iya, saat ini ada kecenderungan masyarakat mulai meremehkan penyakit ini,” ujar dr Dirga.
“Masyarakat harus terus diingatkan bahwa penyakit ini berbahaya. Sampai sekarang belum ada obat dan vaksinnya. Siapapun bisa terinfeksi, siapapun bisa mengalami kasus yang berat atau fatal,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
