Terkini.id, Makassar – Kendati kegiatan belajar di sekolah secara tatap muka belum digelar di Makassar. Namun, angka kasus Covid-19 terhadap pelajar justru menghawatirkan.
Ahli Epidemologi Unhas, Ansariadi mengaku ada lonjakan kasus Covid-19 terhadap anak dan pelajar yang terpapar Covid-19.
Padahal, kata dia, sekolah tatap muka belum diizinkan beroperasi oleh Pemerintah Kota Makassar.
“Jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar di bulan Juli hingga September pada anak sekolah cukup tinggi,” kata Ansariadi, Selasa, 29 September 2020.
Sebanyak 73 anak yang tengah menempuh pendidikan sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar terpapar Covid-19.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
Usia mereka, kata Ansariadi, berada pada kisaran 5-9 tahun yang tengah menempuh pendidikan sekolah Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.
Sementara anak yang berumur 10-19 tahun yang memasuki bangku SMP sampai mahasiswa sebanyak 289 orang yang terpapar Covid-19.
“Ini sangat mengkhawatirkan, pemerintah harus berpikir lagi jika ingin buka sekolah. Karena belum buka saja datanya seperti ini, tidak bisa dibayangkan jika sudah dibuka,” kata dia.
Menurutnya, ada dua faktor yang menyebabkan golongan umur tersebut tertular meski belum beraktivitas di sekolah.
“Yang pertama kemungkinan tertular dari orang-orang rumahnya, kedua, meski tidak sekolah, mungkin dia keluar kumpul dengan teman-temannya di luar, yang temannya itu positif Covid-19,” jelasnya.
Sementara untuk kawasan zona hijau seperti sekolah-sekolah di pulau, Ansariadi menawarkan model pencegahan yang mesti ditempuh pemerintah kota.
“Pertama harus di-swab dulu warganya, kan nanti ini ada tes swab massal di sana. Yah dipastikan tidak ada yang positif. Kemudian kedua perlu ditegaskan aturan bahwa para pengunjung di pulau tersebut tidak boleh berkontak langsung dengan warga asli pulau,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
