Kepala BPM Makassar Bantah Isu Penasehat Wali Kota Jadi Petugas Kebersihan

Terkini.id, Makassar – Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sekretariat Daerah Kota Makassar Andi Rahmat Mappatoba menampik isu yang beredar ihwal Penasehat Wali Kota akan beralih tugas menjadi petugas kebersihan.

Ia mengatakan bahwa informasi tersebut keliru memahami pernyataan Pj Wali Kota Makassar M Iqbal S Suhaeb.

“Penasehat Wali Kota sudah diatur melalui Perwali 25 tahun 2019 terkait tugas pokok dan fungsinya sebagai mitigator sosial,” kata dia saat ditemui di Tribun Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu, 25 Mei 2019.

Rahmat pun mencontohkan bahwa mitigator sosial tersebut mendeteksi wilayahnya dari KDRT, kenakalan remaja dan perihal yang sifatnya sosial di wilayah masing-masing penasehat.

“Seperti busung lapar, intinya hal yang tak dijangkau RT/RW,” terangnya.

Rahmat mengatakan bahwa Pj Wali Kota Iqbal hanya mengarahkan sekiranya Penasehat Wali Kota tupoksinya bertambah sebagai pengawas kebersihan di wilayahnya.

Ia menyebut hal tersebut sering kali Pj Wali Kota sampaikan setiap ada kesempatan.

“Jadi pengawas, bukan petugas kebersihan dan ruang lingkupnya tak terlalu besar. Penasehat wali kota berkedudukan di wilayah RT dan RW, jadi kalau sudah keluar rumah, dia sudah bisa memantau suasana kebersihan di wilayahnya,” papar Rahmat.

Rahmat menyebut penambahan tugas tersebut tak membutuhkan energi yang besar. Meski, kata dia, ruang lingkup tugasnya sedikit melebar.

Terkait dengan revisi Perwali 25 tahun 2019 ihwal tupoksi Penasehat Wali Kota, Rahmat berujar, saat ini, menunggu petunjuk dari Pj Wali Kota Makassar.

“Kalau memang ada instruksi untuk itu, maka kita akan menambahkan tupoksinya sebagai pengawas kebersihan,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini