BPM Makassar Gagas Event Untuk Pemberdayaan RT/RW

BPM Makassar
Kegiatan Bimtek Ketua RT/RW se-Kota Makassar, Kecamatan Wajo/Sangkarang

Terkini.id, Makassar – Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, saat ini pemerintah sedang menggagas event-event yang diperuntukkan bagi RT/RW untuk mengeksplor serta memberdayakan daerahnya masing-masing.

“RT/RW sudah semakin berdaya, sudah ada teknologi yang kami berikan, apalagi sekarang dengan adanya Lorong Garden yang semakin berkembang,” kata Andi Rahmat di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknis RT-RW se-Kota Makassar, Kecamatan Wajo/Sangkarrang.

Ratusan Ketua RT dan RW dari Kecamatan Wajo dan Sangkarrang mengikuti Bimtek yang digelar di Hotel Dinasti Makassar, Selasa 19 Maret 2019.

Andi Rahmat mentebutkan sebanyak 259 RT/RW dari Kecamatan Wajo dan 72 RT/RW yang berasal dari Kecamatan Sangkarrang yang hadir.

Dasar Bimtek, kata Andi Rahmat, berdasarkan surat keputusan Wali Kota Makassar nomor 3 tahun 2016 tentang indikator penilaian kinerja RT/RW Kota Makassar.

Ia menilai setelah Bimtek selesai akan terjadi peningkatan kapasitas dari RT/RW sebagai tokoh masyarakat.

“Setelah Bimtek ini, RT/RW dapat mengembangkan kapasitas dirinya, khususnya dalam rangka pengembangan pemberdayaan di wilayahnya masing-masing,” ujar Andi Rahmat.

“Poin-poin peningkatan kapasitas dirinya karena sebagai tokoh masyarakat, poin pengembangan diri di 9 indikator penilaian, kami berharap setelah ini berlomba lomba untuk menjadi yang terbaik,” sambungnya.

Selain itu, Andi Rahmat menekankan adanya peningkatkan peran dan tugas pokok fungsi RT/RW dalam rangka pemberdayaan di wilayahnya masing-masing.

“Ke depannya, RT RW bisa mengembangkan dirinya dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Keterlambatan gaji RT/RW

Terkait keterlambatan pembayaran gaji kepada RT/RW, Andi Rachmat mengaku terjadi kesalahan pola penganggaran. Pos anggaran, kata dia, ada tetapi terjadi kesalahan.

“Bulan Juli ini, setelah ditetapkan APBD, perubahan bisa berjalan dan sekarang polanya sedang dirancang (menggunakan) aplikasi,” katanya.

Ia menilai dengan anggaran yang tidak sedikit maka perlu ada perubahan anggaran. Bahkan, bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Sampai Rp 100 juta untuk pembuatan aplikasi untuk pembayaran domain dan sebagainya karena setiap bulan harus diupdate. Mudah-mudahan ke depannya bisa menyesuaikan dengan yang sekarang,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini