Terkini.id, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, yakni Refly Harun, dalam sebuah kesempatan memberi peringatan keras kepada masyarakat.
Adapun peringatan tersebut, yaitu agar masyarakat Indonesia berhati-hati dan mewaspadai China yang menurutnya mayoritas tak beragama.
Hal itu terkait kabar yang menyebut Pemerintah China meminta aplikasi Quran Majeed dihapus dari App Store.
Refly lantas mengingatkan bahwa China adalah negara yang kerap bekerjasama dengan Indonesia.
Oleh sebab itu, menurut Refly, tak menutup kemungkinan umat Islam di Indonesia bakal terancam.
- Jarang Puji Pemerintah dan Lebih Sering Mengkritik, Fadli Zon Akui Punya Alasan Sendiri
- Refly Harun Sebut Oligarki Lebih Berkuasa Daripada Presiden: Ada yang Mempresepsikan Lebih Berkuasa
- Refly Harun Bicarakan Skenario Jegal Anies Baswedan: Jadikan Tersangka
- Diusulkan Jadi Sekjen PBB, Refly Harun Singgung Kemampuan Bahasa Asing Jokowi
- Refly Harun Soroti Aktivitas Ganjar: Dia Sudah Kebelet untuk Kampanye Keliling Daerah
Selain itu, Refly juga menyinggung rekam jejak buruk China dalam memperlakukan etnis muslim, Uighur.
“Negara yang paling sering kita ajak kerja sama,” tutur Refly, dikutip terkini.id dari GenPI pada Kamis, 21 Oktober 2021.
“Hati-hati dengan China karena negara yang mayoritasnya tidak beragama,” sambungnya.
“Tapi persoalan lainnya adalah dia melakukan genosida terhadap etnis Uighur, etnis yang merupakan etnis muslim di China,” tandas Refly Harun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
