Keren! Ayahnya Jadi Driver Ojol, Jonathan kerja di Kantor Go-Jek

Jonathan Surya Laksana dan kedua orang tuanya.(dok Go-Jek)
Jonathan Surya Laksana dan kedua orang tuanya.(dok Go-Jek)

Terkini.id, Jakarta – Jonathan Surya Laksana, seorang anak pengemudi ojek online ‘Go-Ride’, sukses menjadi karyawan super app Go-Jek.

Go-Jek memang menjadi salah satu peurusahaan yang mengincar anak muda kreatif untuk bekerja di perusahaannya.

Usaha Jonathan untuk mendaftar dan diterima sebagai karyawan Go-Jek juga tak main-main. Dia sampai dua kali ditolak oleh perusahaan besutan Nadiem Makarim itu.

Saat masih kuliah, Jonathan mengambil jurusan Teknik Informatika di Universitas Katolik Parahyangan.
Sejak sebelum ia wisuda, ia sebenarnya sudah mencoba mendaftarkan diri ke Go-Jek melalui berbagai platform seperti LinkedIn maupun Kalibrr.

Hingga akhirnya sebelum diterima di Go-Jek, Jonathan punya kesempatan magang di perusahaan luar negeri di Bangalore, India. Ia merupakan salah satu orang terpilih dari program Tech Apprentice dari Go-Academy yang digelar pada tahun ketiga program tersebut.

“Sewaktu bekerja di kantor lama, saya sudah suka baca-baca blog engineering Go-Jek. Dari situ saya sudah merasa tim engineering Go-Jek sangatlah informatif dan membuat saya belajar banyak. Jadi saya semakin penasaran, kalau baca blognya saja saya sudah bisa belajar banyak, gimana kalau langsung bekerja di sana?” ujar Jonathan, seperit dilansir detikcom, Senin 17 Juni 2019.

Jonathan menceritakan, sebelum dirinya bisa menjadi karyawan di Go-jek, perjalanan panjang yang tak mudah ia lalui.

Ia bahkan pernah ditolak dua kali oleh Go-Jek. Akan tetapi, penolakan itu tak menyurutkan dia untuk bisa bergabung dengan perusahaan yang telah membantu kelangsungan hidup keluarganya.

“Go-jek menolak saya dua kali sebelum akhirnya saya diterima dalam upaya ketiga saya. Saya selalu ingin bergabung dengan Go-Jek sejak saya lulus karena saya telah melihat bagaimana aplikasi ini membantu keluarga saya. Saya ingin bekerja di sini sehingga lebih banyak keluarga dapat dibantu,” jelas dia lagi.

Sebagai informasi, program Go-Academy merupakan program yang diadakan oleh Go-Jek sejak tahun 2017 untuk mencetak talenta muda di industri digital.

Program ini memfokuskan pembangunan dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia.

Berita Terkait