Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang bersamaan dengan merebaknya pandemik covid-19, selain kebutuhan akan tanaman pangan, kebutuhan tanaman hortikultura juga semakin meningkat, khususnya bawang merah.
Kecamatan Rano, Lembang Rano Tengah merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Tana Toraja yang didominasi oleh sektor pertanian memiliki tanah yang sangat subur, air tersedia, dan lokasi sangat strategis sehingga dapat ditanami tanaman pertanian. Hampir seluruh penduduknya bergerak di bidang pertanian, utamanya sebagian besar berprofesi sebagai petani bawang dengan komoditi andalan yaitu bawang merah.
Dengan luas tanam 2 Ha, Kecamatan Rano mampu mencapai produksi 150 ton atau produktivitas sebesar 75 ton/ha pada tahun 2019 (BPS Kecamatan Rano, 2019). Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan produktivitas jika dibandingkan dengan produktivitas rata-rata Tana Toraja tahun 2018 yakni 66 ton/ha (BPS Prov. Sulawesi Selatan, 2020).
Di tengah pandemik ini, petani tetap melakukan aktivitas meskipun takut akan covid-19. Di samping itu kebutuhan akan biaya hidup yang tinggi dan permintaan pasar, petani bawang di Kecamatan Rano tetap melaksanankan aktivitasnya di lapangan dan percaya semoga dapat membantu menyediakan kebutuhan masyarakat di tengah wabah corona ini.
“Harapan kami sebagai petani semoga wabah ini cepat berlalu dan kami sebagai petani dapat berkatifitas lebih giat lagi” ujar Salu.
- Ferdinand Sinaga Perkuat Dokter Koboi FC, Siap Jadi Kuda Hitam di Wali Kota Makassar Cup 2026
- Harga Pupuk Subsidi di Bone Tembus Rp110 Ribu, DPRD Sulsel Soroti Dugaan Permainan Distribusi
- Stadion Ganggawa Kembali Bergairah, Bupati Syaharuddin Alrif Resmi Buka Sidrap Cup 2026
- Pupuk Indonesia, Penyuluh dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Penjualan Paket di Bone
- Makassar Virtual Run Dorong Gaya Hidup Sehat dan Partisipasi Warga Mengawasi Kota
Apa yang dilakukan Salu dan petani lainnya di Kecamatan Rano sangat sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan bahwa semua insan pertanian harus bekerja ekstra di masa pandemi Covid-19 ini.
“Don’t Stop, maju terus. Pangan harus tersedia!” tegas SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa semua unsur sumber daya manusia pertanian akan memaksimalkan peranan dalam membantu petani mengawal dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
(WHY)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
