Lewat PWMP, Mahasiswa Polbangtan Gowa Ternak Ratusan Ekor Bebek Petelur

Lewat PWMP, Mahasiswa Polbangtan Gowa Ternak Ratusan Ekor Bebek Petelur

Polbangtan
Redaksi

Tim Redaksi

Generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Untuk itu, berbagai program pun diluncurkan guna mendorong lahirnya generasi petani, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.  Menteri SYL melanjtkan, Program PWMP yang dihadirkan Kementan diharapkan bisa mencetak generasi milenial menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. Kaum milenial mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang. Ke depannya, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian.

Dedi Nursyamsi, juga melanjutkan, jika sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia. “Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” jelas Dedi.
Melalui Mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) Program Youth Entreprenuership And Employment Support Services (YESS).

Salah satu kegiatan Mahasiswa Polbangtan Gowa melalui program PWMP YESS, yakni beternak bebek petelur di Kampus II Polbangtan Gowa, Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kab. Bone yang diikuti oleh 2 Kelompok yaitu kelompok 28 dan 29 dan dimulai sejak tanggal 29 Oktober 2020. Kelompok 28 yaitu Aditya,  A. Ayu Andriani, Cindy, Agustin Abimayu, dan Abu Dzar Al-Ghifari sedangkan Kelompok 29 yaitu Alfian Andi Baso, Salsabila Taufiq, Fauziah Amal Nur, Febrina Angraeni Majid, dan Akbar Alham.

Adit sebagai ketua kelpomok 28 menyatakan, kegiatan ini terjadi karena adanya program dari pemerintah untuk menumbuhkan jiwa wirausahawan muda pertanian dalam diri setiap mahasiwa, program itu tidak lain dan tidak bukan adalah program PWMP YESS. Program ini diberikan kepada mahasiswa POLBANGTAN prodi Penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan Tk.I yang sekarang naik menjadi Tk.II. Ada kurang lebih 35 kelompok yang dibentuk dalam program kali ini dan khusus untuk kelompok kami, kelompok 28 dan 29 kami memilih usaha ternak bebek petelur.

Baca Juga

Dipilihnya usaha ternak bebek petelur karena selain karena perawatannya yang terbilang mudah dibanding jenis unggas lainnya, bebek petelur juga memiliki ketahanan daya tubuh yang lumayan tinggi terhadap beberapa jenis penyakit dan karena kami ingin mencoba sesuatu yang baru yang sebelumnya belum pernah kami lakukan dan usaha bebek petelurlah jawabannya” ujarnya.

Menurut Karim (2010), telur yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah telur ayam, itik (bebek), dan puyuh.  Kandungan dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur sebesar 17%, sedangkan bagian putihnya sebesar 11%. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.

Selanjutnya Adit menegaskan, kami memelihara 300 ekor bebek petelur untuk kelompok. Kami memelihara jenis bebek petelur mojosari yang merupakan salah satu jenis bebek pemroduksi telur terbanyak. Untuk sekarang kami fokus melakukan pengamatan mengenai cara penanganan bebek yang sakit dan pakan apa yang bagus untuk perkembangan dan pemacu produksi telur. Rencana kami akan menambah jumlah bebek dan memperluas pemasaran kami tidak hanya menyediakan telur tapi juga menyediakan olahan telur bebek seperti telur asin dan juga penetasan. Sasaran produksi kami rencana ialah Pare-Pare, Makassar, Bone, dan Pangkep.

Terakhir, tujuan utama dari peternak itik pada produksi telur sebagai penghasil uang dan usaha peternakan ini merupakan salah satu alternatif usaha peternakan yang mampu bertahan dan semakin banyak diminati oleh masyarakat serta cukup menguntungkan untuk dikembangkan (UNI).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.