Terkini.id, Makassar – Dampak cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar selama sepekan terasa di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere, di mana ketersediaan ikan mulai berkurang. Para nelayan diimbau untuk tidak melaut akibat curah hujan tinggi dan angin kencang.
Kepala TPI Paotere, Abbas, memastikan bahwa meskipun cuaca membuat para nelayan harus membatasi aktivitas mereka di laut, kebutuhan masyarakat terhadap ikan tetap dapat terpenuhi.
TPI Paotere telah menyediakan tempat penyimpanan atau cool storage berkapasitas 100 ton untuk menampung ikan dari suplayer.
“Jadi kalau untuk mengantisipasinya itu ada kita punya stok cool storage yang secara mobile, kalau seumpama sewaktu-waktu, cuaca kurang mendukung,” kata Abbas, Selasa, 23 Januari 2024.
TPI Paotere, sebagai pusat distribusi pelelangan ikan di Sulsel, memiliki stok dari berbagai daerah di Sulsel. Abbas memprediksi bahwa kondisi ketersediaan ikan akan kembali normal di akhir bulan Februari.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar memberikan imbauan kepada para nelayan untuk memperhatikan cuaca sebelum melaut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menekankan pentingnya kehati-hatian mengingat angin kencang dan cuaca buruk.
“Diimbau kepada nelayan untuk memperhatikan situasi dan cuaca, kalau memang tidak memungkinkan jangan dipaksakan karena di awal musim kemarin sudah ada korbannya,” himbau Hendra.
BMKG Wilayah IV Makassar menyampaikan bahwa musim hujan diperkirakan berakhir pada bulan Februari mendatang.
Hendra mengingatkan masyarakat Kota Makassar untuk tetap waspada terhadap cuaca buruk hingga musim hujan benar-benar berakhir.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
