Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengomentari perihal hebohnya babi panggang akibat pidato Presiden Joko Widodo saat membahas lebaran.
Menurut Cholil, Jokowi tampak hanya membaca teks semata.
Hal ini dilihat Cholil karena menurutnya Jokowi tampak tak menghayatinya.
“Sepertinya hanya baca teks promo aja tanpa menghayati maknanya, bahwa liburan lebaran makannya ketupat bukan bipang,” ujar Cholil dikutip dari Pikiran Rakyat, Minggu 9 Mei 2021.
Cholil menilai Jokowi tak bisa menempatkan tujuan atau target dari pidatonya tersebut.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Cholil menilai Jokowi ingin mempromosikan suatu makanan tapi tak kenal target konsumen.
“Maunya mensponsori makanan khas Indonesia tapi lupa sasaran konsumennya,” kata Cholil Nafis.
Akhirnya, Cholil pun menyarankan agar Jokowi harus lebih hati-hati ketika menjadi ‘endorsmen’ untuk kedepannya.
Terlebih, kata Cholil, apabila Jokowi tak mengerti target pasar yang disasar.
“Besok-besok jangan jadi endorsmen lagi ya kalau belum bisa memetakan pasarnya. Bipang oh,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
