Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dinilai kehilangan akhlak dalam berkomunikasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Ishfah Abidal Aziz merespons pernyataan Cak Imin yang menilai bahwa Ketua Umum PBNU yahya Cholil Stafut tidak memiliki pengaruh di partainya.
Ishfah mengaku merasa heran dengan apa yang disampaikan oleh Cak Imin.
“Saya terus terang merasa heran, kaget dengan Ketum PKB tiba-tiba kehilangan akhlak komunikasi,” ujar Ishfah sebagaimana dilansir dari Cnnindonesiacom. Selasa, 3 April 2022.
Ia juga mengatakan, Cak Imin terkesan memiliki arogansi sebagai Ketum PKB dan menurutnya pernyataan yang dilontarkan Cak Imin itu tidak baik.
“Kita melihat ada arogansi Muhaimin sebagaii Ketum PKB dalam penyataan tersebut, justru ini sangat tidak baik,” kata Ishfah.
Ishfah menilai komentar Imin meremehkan pentingnya peran PBNU dalam perkembangan politik PKB. Gudang suara terbesar PKB sejauh ini adalah warga NU, menurut Ishfah.
Menurut Ishfah, timbal balik yang diberikan PKB kepada PBNU sama sekali tidak serupa.
“Selama ini NU memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap perolehan suara PKB dan itu sangat tidak sebanding dengan apa yang didarmabaktikan PKB ke NU. Sangat tidak sebanding,” ujar Ishfat.
Untuk mempertahankan komunikasi PKB, ia percaya PKB harus meningkatkan koneksi dengan PBNU atau menggunakan langkah-langkah politik.
“Membangun dan merawat komunikasi, itu harusnya dilakukan oleh partai politik.Bukan justru memunculkan arogansi yang sesungguhnya tidak bermanfaat untuk PKB,” ujarnya.
Tidak hanya itu, menurut Ishfah, pernyataan Cak Imin menunjukkan teror dan ketakutan yang luar biasa jika basis suara NU meninggalkan partainya.
“Kita melihat kekhawatiran berlebihan, kepanikan berlebih yang dirasakaan Cak Imin yang khawatir NU lari dari PKB, meninggalkan PKB. Enggak seperti itu caranya,” ungkaapnya.
“Yang seharunsnya dilakukan PKB adalah evaluasi dan refleksi apa yang sudh dilakukan terhadap NU, dibanding apa yang diberikan NU ke PKB. Jauh enggak ada apa-apanya,” sambungnya.
Ia pun menyebut Cak Imin bertindak demikian setelah menjabat Ketua Umum partai terlalu lama. Cak Imin pertama kali terpilih sebagai ketua umum dalam Muktamar II PKB di Semarang, Jawa Tengah pada 2005 silam.
“Cak Imin terlalu baper, terlalu panic, gampang panic. Biasa la itu Ketua Umu kalau sudah terlalu lama, jadi baperan, gampang panic, takut kehilangan kekuasaan,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
