Pandemi Covid-19, Disdikbud Jeneponto Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka di 10 Kecamatan

Disdikbud Jeneponto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jeneponto, Nur Alam Basir

Terkini.id, Jeneponto – Proses pembelajaran tatap muka telah dilaksanakan di 10 kecamatan di Kabupaten Jeneponto. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir.

“Proses pelajaran tatap muka telah kita laksanakan di setiap sekolah SD dan SMP di 10 Kecamatan, yakni kecamatan, Bangkala Barat, Bangkala, Bontoramba, Tamalatea, Batang, Rumbia, Kelara, Arungkeke dan Tarowang,” kata Nur Alam kepada terkini.id, Senin, 23 November 2020.

Menurutnya, proses pembelajaran tatap muka di Kecamatan Binamu belum dilaksanakan karena masih berstatus zona merah.

“Tinggal satu kecamatan yang belum kita berlakukan proses pembelajaran tatap muka, yakni Kecamatan Binamu, karena masih zona merah, 10 kecamatan lain sudah kita berlakukan uji coba pembelajaran tatap muka,” ungkap Nur Alam Basir.

Lebih lanjut, Nur Alam mengatakan, pembelajaran tatap muka di zona hijau dapat dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa. 

Menarik untuk Anda:

Daftar periksa itu terdiri dari ketersediaan sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih (hand sanitizer), dan penyemprotan disinfektan secara berkala.

“Kesiapan menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah (face shield), memiliki pengukur suhu tubuh dan terpenting adalah surat pernyataan orang tua siswa serta kesepakatan bersama komite pendidikan soal kesiapan kegiatan tatap muka,” ujarnya.

Nur Alam Basir juga mengatakan, pada masa kebiasaan baru, pemerintah telah menetapkan jarak saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang berlaku untuk jenjang SMA, SMP, SD, dan program kesetaraan.

“Pada tingkatan SD dan SMP, para siswa harus menjaga jarak minimal 1,5 meter, jadi saat proses pembelajaran di kelas jaraknya sudah diatur minimal 1,5 meter, siswa wajib memakai masker dan guru wajib memakai face shield,” ungkapnya.

Untuk sekolah di Kecamatan Binamu, Nur Alam mengatakan masih melakukan pembelajaran daring dan luring.

“Kita belum dapat rekomendasi dari tim satuaan gugus tugas (Satgas) penanganan Covid-19, Jadi tetap kita dorong untuk pembelajaran daring luring untuk di Kecamatan Binamu,” ucapnya.

Dia menegaskan, jika ditemukan ada pihak sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran tatap muka tidak mematuhi persyaratan, maka sekolah tersebut akan ditutup.

“Satu saja yang dilanggar, kita akan tutup kembali, saya harap teman-teman wartawan dapat membantu kami untuk memantau pelajaran tatap muka secara terbatas yang telah diuji coba di 10 kecamatan tersebut,” pungkas Nur Alam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur, saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu menyatakan, Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus memantau proses pembelajaran tatap muka.

“Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan akan memantau proses pembelajaran tatap muka, tentunya yang kami pantau adalah penerapan protokol kesehatan, itu perintah langsung dari Pak Bupati,” tutur Syusanty.

Diketahui, update penanganan Covid-19 di Kabupaten Jeneponto pertanggal 22 November 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 7 kasus, sehingga jumlah total kasus Covid-19 sebanyak 551 kasus, sembuh 511 dan meninggal 7 orang.

“Jumlah kasus Covid-19 aktif sebanyak 40 kasus, rinciannya, wisata Covid-19 5 orang, isolasi mandiri 31 dan dirawat di RS 4 orang,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Jeneonto yang juga Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Jeneponto, Suryanigrat.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

BKPSDM Jeneponto Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Petani Rumput Laut yang Tenggelam Ditemukan Tak Bernyawa, Keluarga Histeris

Komentar

Terpopuler

Terkini

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar