Terkini.id, Jakarta – KH Said Aqil tegaskan dirinya akan maju lagi dalam Muktamar NU pekan depan. Ia mengaku belum puas terutama beberapa visi dan misinya yang belum terealisasikan, salah satunya adalah menolak keras ruang liberalisasi di NU.
KH Said Aqil mengatakan, andai masih dipercaya lagi memimpin PBNU, dia akan membawa NU terbuka dengan arus globalisasi tapi tidak liberalisasi.
Dia memastikan, NU akan akan selalu terbuka dengan arus globalisasi dengan tetap di bawah bimbingan para ulama dan Kiai NU.
“Kita membuka diri dengan arus globalisasi tapi tidak liberal. Kalau ajaran liberal sangat bahaya. Kalau kita buka katakanlah kita buka liberalisasi 5 cm yang datang malam 1 meter tuh,” tegas KH Said dikutip dari Hops.id pada Jumat 17 Desember 2021.
Kiai asal Cirebon ini mengatakan liberalisasi sangat bahaya untuk NU, sebab kalau hal ini diberi ruang, lama-lama kiai tidak dihormati.
“Yang akan datang, lama-lama tidak senang atau anti kitab kuning dan anti pesantren, anti kiai, tak hormat kiai. Itu lama lama gitu, kalau kita buka liberalisasi. Saya mau pertahankan betul, tapi tidak buka pintu untuk liberalisasi dan liberalisme,” ungkapnya.
Selain itu, KH Said juga menginginkan agar tiap cabang NU memiliki satu perguruan tinggi dan rumah sakit.
Karena itulah dia merasa belum puas setelah 10 tahun mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU.
“Artinya saya belum puas dengan capaian ini,” ujarnya.
Maka dia mengingikan lebih dari 500 cabang NU punya amal pendidikan dan kesehatan tersebut.
“Pengiriman beasiswa (kader NU) lebih ditingkatkan, khususnya ke Amerika, Australia, Jepang ini terkait teknologi ya. Yang (beasiswa) agama terus jalan, yang Maroko terus,” terangnya.
KH Said mempunyai mimpi agar pelajar NU, sepulang kuliah di luar negeri menjadi kader NU berwawasan luas dan intelektual cerdas, di samping bangga dengan lulusan pondok pesantren.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
