Terkini.id, Jakarta – Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI sekaligus Mustasyar PBNU, mengaku dirinya berharap keributan akibat perbedaan pendapat atau perdebatan di internal Nahdlatul Ulama (NU) jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 tak berlanjut hingga berakhirnya forum itu pada 25 Desember 2021 mendatang.
Hal tersebut ia lontarkan merespons panasnya dinamika menjelang Muktamar Ke-34 NU yang rencananya akan digelar di Lampung 23-25 Desember 2021.
“Saya harapkan juga [muktamar sekarang] seperti itu. Tidak berkelanjutan [gegerannya], kalau berkelanjutan, itu yang repot,” kata Ma’ruf dalam keterangan resminya yang diterbitkan Setwapres, Jumat 10 Desember 2021.
Ma’ruf menganggap dinamika dan perbedaan pendapat di internal NU menjelang muktamar sudah biasa terjadi di ajang muktamar sebelumnya. Namun, polemik itu tak berkepanjangan dan selalu menghasilkan solusi terbaik bagi NU dan Indonesia saat muktamar berakhir.
Bukan hanya itu, Ia bahkan menyebut setelah selesai Muktamar, segala dinamika dan keributan tersebut akan berubah jadi ‘ger-geran’ atau tawa bersama yang menandakan segala masalah telah selesai.
- Kepesertaan JKN 98,19 Persen, Indonesia Sabet Predikat UHC Jelang HUT RI ke-79
- Wapres Ma'ruf Amin Nilai Film Dirty Vote Bagian dari Dinamika Politik
- Dalam perayaan Migrants Day 2023, Benny Rhamdani Harap Ada Dana Abadi Bagi Pekerja Migran Indonesia
- Menko Polhukam Pimpin Rapat Terkait Penampungan Warga Rohingya
- Kementan dan TNI Perkuat Sinergi, Mentan : Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara
“NU itu kalau mau Muktamar itu bikin gegeran dulu, ribut, tapi kalau selesai nanti ger-geran namanya,” kata dia.
“Nah itu kalau sudah selesai (Muktamar) ya sudah. Ketawa ketawa saja,” tambah dia, dikutip dari CNN Indonesia.
Karena itu, Ia berharap segala permasalahan yang muncul menjelang dan dalam Muktamar NU dapat selesai bersamaan dengan selesainya pelaksanaan Muktamar.
Perbedaan pendapat di internal PBNU terjadi menyangkut waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 NU. Hal itu dikarenakan rencana pemerintah yang akan melaksanakan PPKM Level 3 pada libur Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Satu pihak di internal NU ingin jadwal muktamar dimajukan, pihak lainnya mendorong muktamar diundur hingga akhir Januari 2022.
Namun, perbedaan itu tak berlanjut. Sebab, PBNU sepakat kembali menjadwalkan Muktamar NU digelar pada 23-25 Desember usai pemerintah membatalkan rencana pelaksanaan PPKM level 3.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
