Terkini.id, Jakarta – Warga Khilafatul Muslimin yang menganut ajaran Kartosuwiryo yang ditemukan baru 14.000 sebut Polda Metro Jaya, Jumat 17 Juni 2022.
“Kami temukan puluhan ribu data warga Khilafatul Kuslimin ini ormas ini, yang ditunjukkan dengan ada namanya KTP,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi pada konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis 16 Juni 2022.
“Kalau mereka ada namanya Nomor Induk Warga (NIW). Yang ditemukan baru 14 ribu,” lanjutnya.
Dari temuan tersebut, jumlah dari mereka bekerja sebagai wiraswasta dan disusul di bidang petani 20 persen.
“Setelah kami klasifikasi yang tertinggi wiraswasta, kemudian petani 20 persen, karyawan 25 persen, guru 3 persen, termasuk di sini ada ASN dan dokter dan lain sebagainya,” ucapnya.
- Mantan Amir Khilafatul Muslimin Ditangkap Usai Sebut Jokowi Komunis dan Pemerintah Anti Islam
- Warga Khilafatul Muslimin Berbagai Daerah Janji Setia Pada Pancasila, Chusnul: Alhamdulillah Bertobat Jadi Kadrun
- Waduh Anak-Anak Khilafatul Muslimin Diajak Kampanye di Jalanan: Rapatkan Barisan Dalam Sistem Khilafah!
- Mahfud MD: Khilafatul Muslimin Kita Sikat Kalau Dia Mengancam Ideologi
- Deklarasi Kebangsaan, Khilafatul Muslimin: Kami Menjunjung Toleransi Beragama dan Pancasila!
Hengki mengatakan bahwa ajaran yang dianut dari mereka adalah ajaran yang merujuk pada Darul Islam Kartosuwiryo
“Kemudian warga-warga ini setelah mereka dibaiat akan diberikan buku saku. Buku saku ini latar belakang tegaknya Khilafatul Muslimin. Ini buku saku mereka di mana merujuk pada Darul Islam Kartosuwiryo. Acuan mereka ini mengacu pada ajaran dari pada Kartosuwiryo,” jelasnya.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan bahwa kejahatan tersebut sudah merupakan ranah offense against the state.
“Perilaku ormas Khilafatul Muslimin, bila ditelaah lebih dalam pada dasarnya bukan sekadar merupakan suatu pelanggaran hukum pidana konvensional, akan tetapi kejahatan ini sudah merupakan ranah offense against the state,” terangnya Fadil.
Fadil juga membeberkan bahwa mereka berlindung dan berbaur yang dikenal sebagai hidden crime atau invisible crimes.
“Berlindung dan berbaur dalam praktik-praktik sosial, politik, ekonomi, keagamaan, dan kemasyarakatan, yang dikenal sebagai hidden crime atau invisible crimes. Tidak ada yang tahu kejahatan tersebut tengah berlangsung, bahkan korbannya sering kali tidak menyadari bahwa dirinya tengah menjadi korban,” pungkasnya.
“Senyatanya ormas ini telah membangun struktur pemerintahan, membangun suatu sistem kewarganegaraan dan susunan kemasyarakatan, sistem pendidikan, sistem pertukaran barang dan jasa, yang keseluruhannya mengerucut pada adanya situasi yang menunjukkan adanya negara dalam negara,” tambahnya.
“Yayasan dan lembaga yang dibentuk oleh Khilafatul Muslimin ini pada dasarnya diperankan atau difungsikan sebagai shell organization,” lanjutnya Fadil.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
